BLT-DD Tak Kunjung Dicairkan, Warga Lae Butar Mengadu ke-LMR-RI Aceh Singkil

0
2040
Foto: Elimar Jufni (55 Thn) saat menyampaikan keluhannya terkait BLT desa Lae Butar di kediaman ketua LMR-RI Aceh Singkil Yakarim Munir.

Aceh Singkil, Beritamerdekaonline.com – Sekitar 43 orang warga masyarakat desa Lae Butar kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil mendatangi kediaman ketua Lembaga Missi Reeclassering Republik Indonesia (LMR-RI) desa Lae Butar Gunung Meriah, Sabtu (27/06/2020).

Kedatangan warga yang sebahagian sudah lanjut usia (Lansia) itu di picu karena merasa kesal akibat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dampak pandemi Covid-19 di desa mereka (Lae Butar) tak kunjung di realisasikan, sekaligus menyampaian keluhan mereka untuk bisa didampingi pihak LMR-RI Aceh Singkil.

Elimar Jufni (55 Thn) salah seorang dari rombongan itu menuturkan, yang paling menyakitkan prasaannya ketika ia di tantang oleh kepala desa Lae Butar Jaminudin alias Uyung ketek atau yang akrab disapa Uke, saat iya menyampaikan keluhannya di kantor Camat Gunung Meriah beberapa hari lalu.

“Silahkan saja melapor, kepada Camat, Polres, Bupati atau ke Polda, saya tidak takut, ucap Elimar menirukan ucapan Jaminudin alias Uke.

Di tambahkan Elimar, ia dan teman temannya sudah merasa lelah untuk menyampaikan keluhannya kepada sejumlah instansi terkait. Mulai dari Sekdes dan Kepala Desa Lae Butar, pihak Kantor Camat Gunung Meriah, pihak DPRK Aceh Singkil terkait BLT dampak Covid-19 di desa mereka masih belum di realisasikan sampai saat ini. Bahkan, kata dia, kepada Bupati Aceh Singkil juga sudah di sampaikan, namun tidak ada mendapatkan jawaban pasti.

“Saya egak perduli apa kata orang, kemana mana saja saya terus bertanya, tapi mereka (pejabat terkait) tidak ada yang perduli sama saya pak. Padahal coba bapak lihat rumah yang saya huni sekarang pak, sudah reot, itu pun pemberian orang tua saya, suami saya sedang sakit, tetapi selama Covid ini saya tidak pernah menerima bantuan jenis apa pun” sesal Elimar merupakan pengungsi dari Aceh Utara itu.

Pada kesempatan itu, Ketua LMR RI Komda Aceh Singkil dan Subulussalam dan juga warga desa Lae Butar Yakarim Munir menuturkan, dirinya sangat merasa prihatin atas semua keluhan yang di sampaikan warga desa Lae Butar kepadanya.

Menurut Yakarim, iya akan menggiring persoalan tersebut ke pihak DPRK Aceh Singkil dan meminta untuk di gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi terkait, agar semua benang kusut dapat diurai menjadi lurus dan benar.

“Kita akan meminta pihak dewan gelar RDP, biar dapat terkuak tabir kebenaran apa yang tersembunyi selama ini, khusus desa Lae butar. Bahkan bukan masalah BLT saja, tetapi secara menyeluruh terhadap anggaran Desa Kampong Lae butar” sebut Yakarim.

Di jelaskan Yakarim, kedatangan rombongan warga Lae Butar itu sudah kedua kalinya. Pasalnya kata Yakarim,  tadi malam (26/06/2020) sekira pukul 20.30 WIB warga sudah mendatangi kediamannya, namun Yakarim berpikir jika malam hari berkerumun terasa kurang etis, ahirnya dia menolak menerima kunjungan rombongan kaum wanita lansia itu.

“Tadi malam saya tolak, karena rasanya kurang etis rame rame datang ke rumah saya malam hari. Eeeh, rupa nya pagi lebih bnyak lagi yang datang memohon menyampaikan keluhan mereka kepada saya. Karena saya lihat agak banyak, langsung saya telpon anggota Polres Aceh Singkil. Alhmdulillah, tak disangka begitu tanggap nya pak Kapolsek Gunung Meriah Ipda. Mulyadi” tulis Yakarim via WhatsApp.

Menanggapi hal itu, kepala desa Lae Butar, Jaminudin, alias Uyung Ketek, alias Uke beberapa kali di hubungi beritamerdekaonline.com via telepon seluler, namun tidak tersambung, hingga berita ini di kirimkan keterangan dari pihak pemerintah desa Lae Butar belum berhasil di peroleh.

Kapolres Aceh Singkil AKBP. Mike Hardy Wira Praja, S.Ik melalui Kapolsek Gunung Meriah IPDA. Mulyadi, SH. MH di konfirmasi beritamerdekaonline.com via aplikasi WhatsApp membenarkan, sekitar 43 orang warga desa Lae Butar mendatangi kediaman ketua LMR-RI Yakarim Munir tadi siang, terkait BLT masa pandemi Covid-19 dana desa Lae Butar tidak di salurkan dengan baik.

Menurut IPDA. Mulyadi, maksud dan tujuan masyarakat desa Lae Butar tersebut menjumpai Yakrim Munir untuk memberitahukan tentang penyaluran dana BLT (Bantuan Langsung Tunai) sampai saat sekarang  ini belum ada di salurkan. Namun untuk sebagian desa yang lain di wilayah Kecamatan Gunung Meriah Aceh Singkil, kata IPDA Mulyadi, sudah mendapat dana BLT tajap Satu, bahkan sudah ada tahap Dua dibagikan kepada masyarakatnya.

Kapolsek IPDA. Mulyadi menjelashkan, pihaknya akan memproses terkait keluhan masyarakat desa Lae Butar tersebut dan akan mencoba membantu memfasilitasi tentang penyaluran dana BLT yang masih elum di terima.

“Saya meminta kepada masyarakat desa Lae Butar, agar tetap tenang dalam menyikapi permasalahan ini, dan biarkan kami (polri) yang bekerja, mudah- mudahan persoalan ini segera mendapatkan titik terang” harap Kapolsek. (Pundeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here