Masa Pandemi Covid-19, Angka Kehamilan di Kabupaten Semarang, Meningkat

0
135
Foto : Bupati Kabupaten Semarang Mundjirin. (Ayu).

SEMARANG, Beritamerdekaonline.com – Di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Semarang telah menggulirkan berbagai cara untuk mencegah penyebaran virus yang mematikan ini. Namun hal itu tidak disangka, ternyata selama pandemi covid-19, angka kehamilan di wilayah Kabupaten Semarang mengalami lonjakan yang meningkat.

Bahkan, lonjakannya diperkirakan telah mengalami peningkatan hingga 15 persen. Salah satu penyebabnya dikarenakan para kaum ibu-ibu di Kabupaten Semarang telah mengalami kesulitan untuk mendapat kontrasepsi karena pandemi covid-19.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Romlah, kepada wartawan menyampaikan, dalam kurun waktu satu tahun pada tahun 2019, jumlah kelahiran di Kabupaten Semarang sekitar 15.000 kelahiran. Sedangkan untuk tahun ini hingga bulan Juni 2020, jumlah angka kelahiran telah mencapai 7.500 kelahiran.

“Di tahun ini, hingga bulan Juni, kan baru semester pertama jumlahnya sudah mencapai 7.500 kelahiran. Jadi telah mengalami kenaikan hingga 15 persen,” ucap Romlah, Senin (29/6/2020).

Dibagian lain, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang Bintang Narsasi menambahkan, pihaknya bersama seluruh kadernya akan melakukan sosialisasi untuk penggalakan KB.

“Sekarang akan kita intensifkan kembali sosialisasi KB,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Semarang, Mundjirin, menyampaikan, layanan KB sempat terhenti karena akseptor tidak mendapatkan layanan selama masa pandemi covid-19. Menurut dia, kenaikan angka kehamilan tersebut dikarenakan ada beberapa layanan KB yang pemasangannya membutuhkan bantuan petugas.

“Jika untuk KB jenis pil atau kondom bisa dilakukan secara mandiri. Namun, jika spiral, susuk, dan suntik itu harus dilakukan oleh petugas,” Jelas Bupati Semarang.

Lebih detail, Mundjirin menyampaikan, petugas akan mengintensifkan pelayanan KB ke masyarakat setelah pandemi covid-19 berakhir. Salah satunya dengan menggalakkan sosialisasi layanan mobil keliling yang dibeli seharga Rp 1 miliar.

“Adanya mobil ini, kita akan menjangkau daerah terpencil. Antusias atau minat keikutsertaan KB sebenarnya cukup baik, tapi karena ada pandemi jadi sempat berkurang. Tapi saat ini belum ada pendataan, dikarenakan layanan baru dimulai pekan depan,” ungkapnya. (Ayu)

Penulis : Ayu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here