Datangi Lokasi Proyek PAM Subulussalam, Pemuda Tiga Desa Minta Diperkerjakan

0
659

Subulussalam, Beritamerdekaonline.com – puluhan perwakilan pemuda dari Tiga desa, yakni desa Kuta Cepu, Danau Tras dan Tangga Besi kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam mendatangi lokasi proyek pembangunan Perusahan Air Minum (PAM) berlokasi di desa Kuta Cepu kecamatan Simpang Kiri untuk minta di perkerjakan sesuai dengan kemampuan mereka, Minggu (05/07/2020).

Proyek pembangunan Intake dan Pipa Transmisi Air Baku di kota Subulussalam itu di kerjakan oleh PT. Jaya Semanggi Enjiniring selaku kontraktor pelaksana di rancang oleh CV. OA Counsultan selaku Konsultan Supervisi dengan volume anggaran sebesar Rp 18.759.614.000,- bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 oleh kemeterian PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera I, terhitung sejak tanggal 6 April 2020 selama 270 hari kalender masa pelaksanaan.

Di lokasi proyek itu, ketua pemuda Kuta Cepu Asmaza di dampingi ketua pemuda Tangga Besi Budi sijabat bersama pemuda Danau Tras dan pemuda lainnya langsung bertemu dengan pihak kontraktor pelaksan Muhtada dan Jali. Pemuda dari Tiga desa (Kuta Cepu, Danau Tras dan Tangga Besi) itu meminta pihak perusahaan agar memperkerjaan tenaga kerja dalam daerah atau pun desa sekitar lokasi proyek.

Asmaza dan rekannya mengaku sangat keberatan bila sebuah perusahaan berskala besar tanpa memanfaatkan tenaga kerja dalam daerah, terlebih lebih di musim pandemi Covid-19, pengangguran di Tiga desa itu semakin tumbuh dan berkembang. Sedangkan pihak perusahaan tersebut diduga sengaja membawa karyawan atau tenaga kerjanya dari luar daerah sebanyak 46 orang.

“Di daerah kita mereka cari kekayaan dan keuntungan, di daerah kita juga banyak pengangguran. Tetapi pihak perusahaan tidak memperhatikan situasi saat ini, malah membawa tenaga kerja dari luar daerah, ini tidak relevan. Sebaiknya pihak perusahaan harus gunakan tenaga kerja dalam daerah supaya semuanya bisa berjalan maksimal” pesan Asmaza.

Pada kesempatan itu, Muhtada dan Jali selaku pihak kontraktor pelaksana proyek mengaku akan mempertemukan rombongan pemuda itu dengan kepala tukang proyek tersebut. Dia beralasan, pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan pelaksana pekerjaan atau kepala tukang, dan kepala tukang lah yang lebih mengetahui berapa jumlah tenaga kerja yang di butuhkan.

“Saat ini pekerjaan kita masih tahap permulaan bang, makanya belum banyak tenaga kerja yang kita butuhkan. Pun demikian, nanti saya akan tanya kepala tukang, sekarang dia masih diluar mengambil belanja” sebut Muhtada di hadapan wartawan media ini.

Kepada beritamerdekaonline.com, Muhtada dan Jali mengaku telah mamakai tenaga kerja/karyawan sebanyak 46 orang dalam pekerjaan proyek tersebut, yang 

di datangkan dari Sumatera Utara. Muhtada beralasan, tenaga kerja yang diperkerjakan saat ini memang sudah lama bekerja di perusahaan mereka dari Banda Aceh.

“Mereka memang dari Sumut bang, tapi sudah lama bekerja dengan kita di penayung Banda Aceh. Namun di Banda Aceh pekerjaan sudah mulai selesai, makanya kita bawa ke Subulussalam” sebut Muhtada. (Pundeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here