Protokol Kesehatan Menjelang Operasi Bioskop, Demi Produktifitas Sineas

0
173
Foto: dok/ Sineas Agus Hermansyah Mawardy

Jakarta, Beritamerdekaonline.com – Sineas Indonesia mulai bergerak untuk keberlangsungan industri setelah terdampak pandemi Virus Corona selama empat bulan terakhir. Protokol Kesehatan saat ini dibuat agar industri tetap berjalan meski pandemi menjadi sebuah hambatan.

Menjelang beroperasinya bioskop ditanggapi oleh sineas Agus Hermansyah Mawardy alias Agus Pestol mengatakan wacana kembali beroperasinya bioskop di tengah pandemi Virus Corona  adalah harapan dirinya selaku pekerja film.

“Selaku sineas, ini sebuah harapan sebenarnya bagi kami. Yang terpenting keamanan masyarakat dari Virus Corona  sendiri,” kata Agus kepada awak media, Rabu sore (8/7/2020).

Oleh karena itu, Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) menyebutkan akan kembali beroperasi serentak pada 29 Juli 2020 mendatang.

Hal ini, dengan keluarnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf Nomor 02/KB/2020 tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona  di bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif dalam masa transisi Tatanan Baru kesehatan masyarakat.

Sineas Agus Hermansyah Mawardy mengatakan wacana kembali beroperasinya bioskop di tengah pandemi Covid-19 adalah harapan dirinya selaku pekerja film.

“Selaku sineas, ini sebuah harapan sebenarnya bagi kami. Yang terpenting keamanan masyarakat dari Virus Corona  sendiri,” kata Agus Pestol sebutan sehari-harinya.

Sutradara film ‘Valantine’ dan ‘Arwah Noni Belanda’ itu berharap, pemerintah turut berperan dan melakukan pengawasan dalam pengoperasian kembali bioskop.

“Pemerintah harus mampu meredam kekhawatiran masyarakat akan penularan virus itu sendiri. Dari saya bagi kalian yang kangen nonton di bioskop, supaya tetap ikuti protokol yang berlaku sekarang ini,” kata Agus.

Sebelumnya, GPBSI menyambut baik keluarnya Keputusan Menteri Kesehatan RI No HK.01.07/Menkes/382/2020. Keputusan menteri tersebut tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian Virus Corona.

Keputusan Menteri Kesehatan itu dibuat bersama Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf Nomor 02/KB/2020.

Isi Surat Keputusan Bersama adalah tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona di bidang kebudayaan 
dan ekonomi kreatif dalam masa penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat.

Ketua GPBSI Djonny Syafruddin, menyambut baik Keputusan Menteri Kesehatan dan Surat Keputusan Bersama para menteri itu.

Menurut Djonny Syafruddin, seluruh pengusaha bioskop membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk menyiapkan implementasi penerapan protokol kesehatan yang dimaksud.

“Para pelaku industri bioskop telah berdiskusi dan sepakat untuk dapat kembali melakukan kegiatan operasional bioskop,” kata Djonny Syafruddin.

Beroperasinya bioskop bisa dilakukan terhitung mulai 29 Juli 2020 secara serentak di seluruh Indonesia.

GPBSI mewakili para pengusaha bioskop yang terdiri dari Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum dan New Star Cineplex.

Djonny Syafruddin menyatakan, waktu persiapan tersebut akan dimanfaatkan untuk memastikan sejumlah hal terkait kembali beroperasinya bioskop di seluruh Indonesia.

“Persiapan materi komunikasi dan sosialisasi penerapan Protokol Kenormalan Baru di lingkungan bioskop.
Proses edukasi dan pelatihan internal terkait penerapan Protokol Tatanan Baru dilingkungan bioskop ke seluruh karyawan yang akan bertugas,” tandasnya.

Lanjutnya, komunikasi ke rumah-rumah produksi terkait kesiapan film serta materi promosi yang akan dilakukan setelah bioskop dapat kembali aktif beroperasi.

Djonny Syafruddin juga berharap, setiap persiapan dapat berjalan baik sehingga bioskop dapat kembali melakukan kegiatan operasional.

Dengan beroperasinya kembali bioskop, Djonny Syafruddin berharap, para sineas dapat memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif khususnya industri perfilman di Indoneaia. (ams)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here