Tanggapi Surat LMR-RI, DPRK Aceh Singkil Gelar RDP Membahas BLT Dua Desa

0
343

Singkil, Beritamerdekaonline.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas realisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa di desa Lae Butar dan Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah berlangsung di gedung DPRK Aceh Singkil, Selasa (28/07/2020).

Acara RDP yang merupakan tanggapan atas surat dari LMR-RI itu, di pimpin oleh ketua komisi A DPRK Aceh Singkil Taufik di dampingi anggota DPRK lainnya. Turut hadir, kadis sosial Aceh Singkil Iskandar, kadis DPMK Azwir, SH, Camat Gunung Meriah Johan Pahmi Sanif, kepala desa Lae Butar Jaminuddin US, dan kepala desa Tanah Bara Sidul Munthe.

Kemudian di hadiri ketua LMRI-RI Aceh Singkil-Subulussalam Yakarim Munir selaku pengusul acara RDP dan di ikuti sekitar 30 orang ibu rumah tangga dan anak-anak dari desa Lae Butar dan Tanah Bara kendati tidak di sediakan makan siang untuk warga yang menhadiri acara RDP di gedung dewan yang terhormat itu.

Di beritakan sebelumnya, organisasi Lembaga Missi Reeclasseeing Republik Indonesia (LMR-RI) sebagai Badan Peserta Hukum Untuk Negara Dan Masyarakat (BPH.NMS) layangkan surat kepada DPRK Aceh Singkil untuk melaporkan tentang realisasi BLT-DD dari Dua desa di sana, Jum’at (03/07/2020).

Subtansi permasalahan yang di laporkan tersebut terkait adanya laporan 43 orang warga desa Lae Butar kecamatan Gunung Meriah Aceh Singkil mendatangi kediamannya pada tanggal 27 Juni 2020, bahwa BLT-DD desa Lae Butar dampak Covid-19 belum di realisasikan, dan termasuk warga desa Tanah Bara juga membuat laporan kepada LMR-RI Aceh Singkil.

Pada kesempatan itu, kepala desa Lae Butar Jaminuddin US menjelaskan, dirinya berharap kepada masyarakat agar tidak terlalu sentimen dan tendensius kepada dirinya selaku kepala desa Lae Butar, Jaminuddin berdalih, dalam menjalankan pemerintahan desa iya mengaku tidak sendiri sendiri.

“Capek kali kalau jadi gecik ini, semua kita yang mengurusi urusan masyarakat, mulai dari orang pesta, khitanan, setiap hari dan kerjaan lainnya. Terkecuali di musim covid ini baru agak kurang kerjaan saya, harapan saya jangan terlalu prasangka buruk kepada kami” ucap Jamimudin alias Uke ini. 

Ketua LMR-RI Aceh Singkil Yakarim Munir sangat berharap kepada pihak terkait, agar bisa menyesuaikan data penerima, supaya data warga penerima bantuan sesuai keriteria penerima. Yakarim pun berharap sidang RDP yang di gelar tersebut bisa membawa hasil positif bagi masyarakat yang kurang mampu, terlebih lebih warga yang ter dampak Covid-19.

“Setelah acara RDP ini, kepala desa jangan ada rasa sentimen kepada masyarakatnya, ini hak warga melaporkan ketika dia merasa ada yang kurang transparant di depan matanya” harap Yakarim.

Ketua Komisi A DPRK Aceh Singkil Taufik menyimpulkan, dari acara RDP tersebut memerintahkan kepada kepala desa Lae Butar (Jaminuddin) dan kepala desa Tanah Bara (Sidul Munthe), agar melakuakan musyawarah dengan pihak terkait secara serius, supaya data penerima BLT tidak menimbulkan gejolak.

“Kita simpulkan, meminta kepala desa sesegera mungkin merubah data yang kurang valid, kalau memang ada nama warga terdaftar sebagai penerima, tetapi telah meninggal dunia atau ekonominya sudah mampu, sebaiknya itu perlu ada pemutakhiran data kembali melalui musyawarah dengan pihak terkait” ujarnya. (Pundeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here