Pimpinan Hermes One Hotel Subulussalam Dituding ‘Perkosa’ Hak Karyawan

0
2429

Subulussalam, Beritamerdekaonline.com – sekitar 20 orang karyawan hermes one hotel Subulussalam menyatakan keberatan atas tindakan pimpinan management di perusahan hotel itu karena diduga kuat telah bertindak semena-mena (“memperkosa”) hak hak mereka yang tertuang dalam surat perjanjian kerja.

Dua orang karyawan Hermes One Hotel Subulussalam Handoyo (35) dan Erwin (25) kepada beritamerdekaonline.com Sabtu (01/08/2020) menjelaskan, selain gaji tidak sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP), sebagai karyawan atau pegawai kontrak mereka juga merasa tidak nyaman karena tidak dimasukkan sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) atau Badan Peserta Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sehingga bila sakit harus sebagai pasien umum di rumah sakit.

Ironisnya kata Handoyo, pada tanggal 28 Maret 2020, Hasan Harahap selaku penanggungjawab management Hermes One Hotel Subulussalam yang berbintang Tiga itu, telah membuat kebijakan dan menetapkan, bahwa semua karyawan di rumahaknlan 50 persen dan gajinya juga dikurangi 50 persen terhitung pada bulan April 2020. Alasan pengurangan gaji 50 persen itu, tambah Handoyo, mengingat masa pandemi Covid-19 yang di perkirakan Hotel tersebut akan ditutup, pendapatan pun akan nihil.

Padahal kata dia, pada tanggal 31 Maret 2020, pimpinna Hotel Hermes mendapat kontrak dari Pemko Subulussalam senilai Rp 225.000.000,- per bulan terhitung bulan April dan Mei 2020 untuk biaya khusus fisik atau diluar konsumsi, namun gaji yang di kurangi 50 persen itu tidak di kembalikan 100 persen.

Menurut mereka, pendapatan dari kontrak tersebut (Rp 225.000.000,-) serupa atau bahkan lebih dari pendapatan sebelum masa pandemi covid 19. Akibat dari kebijakan itu,  para karyawan ini mengaku melakukan protes kepada pimpinan manajemen Hermes melalui dinas Ketenagakerjaan kota Subulussalam. Karena di protes akhirnya, gaji mereka dikembalikan 100 persen, tetapi hanya terhitung pada bulan Mei 2020 saja dan bukan bulan April.

“Akibat dari keputusan tersebut, pak Hasan (manajemen Hermes Hotel Subulussalam) mendapatkan keuntungan secara cuma-cuma senilai 50 persesn dari gaji kami khusus bulan April 2020 sebagaiman yang tertera dalam kontrak kesepakatan kerja” sesal Handoyo.

Yang paling menyedihkan sambung dia, terhitung bulan Juni 2020, pimpinan Hermes One Hotel Subulussalam kembali mengeluarkan kebijakan melalui dua lembar surat (memorandum) pada tanggal 2 dan 5 Juni 2020, isi dari memorandum tersebut kata dia, untuk bulan Juni 2020, para karyawan itu harus bersedia kembali menelan pil pahit, karena gajinya di potong senilai Rp 75 persen dengan alasan imbas Covid-19. 

Lebih jauh Handoyo dan Erwin menguraikan kekecewaannya, yang paling tidak dapat mereka maklumi, pada bulan Juli 2020 pihak Hermes One Hotel kembali “menyunat” gaji mereka sekitar 25 persen, alasan dari “penyunatan gaji itu semata mata “mengkambing hitamkan” Covid-19.

“Tindakan mereka (Hotel Hermes) sudah tidak manusiawi, kami merasa sangat dirugikan dan di lecehkan. Tndakannya semena-mena dan tanpa memperhatikan hak hak kami sebagai karyawan yang telah di atur dalam undang undang, kami berharap pihak terkait agar bisa meninjau kembali izin operasional Hermes One Hotel Subulussalam” pintanya nya.

Menanggapi persoalan itu, pimpinan management Hermes One Hotel Subulussalam, Hasan Harahap di konfirmasi beritamerdekaonline.com berdalih, selama iya mengontrak Hotel tersebut terhitung bulan September 2019, dirinya belum pernah mendapatkan keuntungan yang maksimal, dan banyak utangnya yang harus di selesaikan.

“Maklum lah adinda, selama saya pakai hotel ini ketepatan kita mengalami musibah nasional (Covid-19), terkadang pendapatan Satu bulan hanya pas pasan bayar tagihan listrik saja. Mohon di bantu lah saya adinda, kedepan nanti kita akan maksimalkan semuanya” sebut Hasan berkilah.

Sebelumnya, Koordinator wilayah (Korwil) pengawas ketenagakerjaan  untuk Subulussalam Rizal Sagala di hubungi beritamerdekaonline.com via WhatsApp mengaku telah mendapat laporan atas keluh kesah dari karyawan hotel hermes itu, dan sudah memberikan teguran kepada pihak managemen hotel.

“Semua laporan para karyawan itu sudah saya teruskan kepada pihak management hotel hermes” jawabnya singkat. (Pundeh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here