Menelaah Kekuatan dan Kelemahan Pasangan Darno-HMS di Pilkada Labura Tahun 2020

0
1812

LABUHANBATU UTARA, Beritamerdekaonline.com – Pemilihan Kepala Daerah Labuhanbatu Utara cukup menarik untuk terus dibahas bagi setiap kalangan, khususnya pemerhati yang keseluruhannya adalah untuk masa depan Labura yang lebih baik lagi.

Salah satunya adalah Trias Politica Indonesia, yang terus melihat dan menakar kekuatan dan kelemahan setiap bakal calon Bupati/Wakil Bupati Labura tahun 2020 dan layak disampaikan ke publik.

Menurut Direktur Trias Politica Indonesia, Anggra Prasetya Ritonga bahwa Pilkada Labura , ia melihat cukup baik dijadikan sebagai pembelajaran pendidikan politik.

“Pilkada Labura cukup baik dijadikan sebagai pembelajaran pendidikan politik, meskipun memiliki plus-minusnya seluruh rangkaian kegiatan yang terpublik di masyarakat, semoga saja waktu tahapan pendaftaran nanti pada 4 September 2020 hingga selesainya pilkada dengan aman dan tertib,” sebut Anggra.

Saat ini Anggra dan team mencoba menelaah salah satu Balon Bupati/Wakil Bupati Labura yakni Darno-HMS.

Elektabilitas Kapt.Darno-HMS pada Pilkada Labura 2020 cukup tinggi dibanding calon lain. Dan ada 4 hal yang menjadi kelemahan Darno-HMS dapat dievaluasi atau dioptimalkan, diantaranya, HMS populer di media sosial, tapi tidak di dunia nyata. Popularitas tidak sama dengan elektabilitas. Sejauh ini popularitas HMS tidak berbanding lurus dengan elektabikitasnya. Dan elektabilitas HMS juga tidak cukup membantu mendongkrak elektabilitas paslon BIJAK (Darno-HMS).

Kemudian di medsos juga penting dalam menjual ide, gagasan, branding, propaganda, memainkan isu-isu yg berkembang dan hal-hal lainnya yang dibutuhkan untuk menggiring opini masyarakat.  Sepertinya (tim) HMS lebih aktif di medsos dari pada (tim) Darno. Terkesan bahwa yang memegang kendali medsos paslon Darno-HMS adalah tim HMS.

Lanjutnya, Darno sebagai “pendatang” yang belum begitu dikenal warga Labura dan selama ini tidak maksimal turun ke lapangan harusnya sejak awal gencar di medsos dalam hal memperkenalkan dirinya kepada masarakat lewat medsos, menyampaikan pesan dan upaya-upaya pencitraan yang lumrah dalam politik. Setidaknya ada 2 poin nilai jual Darno yg belum maksimal dibranding oleh tim mereka. 2 poin ini juga sebenarnya kelebihan Darno yg relatif tidak dimiliki paslon lainnya. Jika 2 poin ini mampu dimaksimalkan Darno dapat diprediksi akan sangat membantu elektabilitas Darno secara signifikan.

Hal terakhir yang perlu dimaksimalkan Darno adalah blusukan, bagaimanapun hebatnya narasi yang dibangun di medsos, harus dibarengi dengan membangun hubungan emosional kepada masyarakat dengan terjun langsung ke lapangan. Darno baru terlihat aktif belakangan ini di lapangan. Dengan waktu yang relatif singkat sepertinya Darno akan kesulitan mengejar ketertinggalannya di lapangan dari paslon lainnya.

Apalagi HMS sebagai “pelapis” Darno juga tidak terlalu membantu menggantikan peran Darno di lapangan. Mampukah Darno mengejar ketertinggalannya?.

“Kajian ini akan terus kita lihat baik dari segi Parpol Pengusung, maupun kajian dasar dari sampel yang kita dapat dari masyarakat,” ujarnya sambil menutup pembicaraan.  (Komaruddin Ritonga)

Penulis : Komaruddin Ritonga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here