Bikin Geram, Anak Umur 7 Tahun Diajak Meminta Minta Sampe Larut Malam

0
210
Foto : Kedua orang tua anak yang diajak meminta minta di hadapan Kepala Satpol PP Magelang, Dinas Sosial Magelang, Kepala Desa Danurejo dan dari pihak Kecamatan Mertoyudan, Selasa (8/9/20). (Candra)

MAGELANG, Beritamerdekaonline.com – Sungguh tega ulah orang tua ini, seorang anak yang baru berumur 7 tahun, disuruh minta minta hingga larut malam. Memang sungguh ironis, seharusnya seorang anak mendapatkan perlindungan orang tua dan belajar serta bermain dengan teman sebayanya.

Ditambah dengan situasi sekarang ini, sangat rentan dengan penyakit apalagi dalam situasi saat pendemi ini sangat membahayakan kesehatannya, hal ini membuat geram banyak warga. Pasalnya, anak tersebut hingga larut malam masih diajak mengemis.

Berdasarkan informasi Sekertaris Relawan JPKP Magelang, Pujiyanto, Selasa (8/9/20), mengatakan, bahwa ada anak kecil sampai larut malam di ajak minta minta  oleh orang tuanya di area candi Mendut Bojong, Kecamatan Borobudur.

Foto : Kepala Satpol PP Magelang Wisnu Harjanto bersama Dinas Sosial yang di wakili Suroto yang sedang berkoordinasi, Selasa (8/9/20). (Candra)

“Anak ini sepertinya dulu sudah pernah di kondisikan teman teman Relawan JPKP Magelang pas, waktu di ajak meminta minta oleh seorang lelaki yang mengaku tetangga  anak tersebut, dengan dalih untuk pengobatan ibunya yang sakit parah di rumah dan tidak punya biaya untuk pengobatan,” kata Pujiyanto.

Saat itu, selanjutnya Pujiyanto mengungkapkan, team relawan langsung menelusuri tempat tinggal anak tersebut  yang beralamatkan di Japunan RT 07 RW 03, Desa Danurejo,Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Dengan bantuan bantuan Dinas Sosial dan Bupati Kabupaten Magelang, team Relawan bisa mengurus kartu KIS dalam waktu singkat dan ibu tersebut langsung mendapat perawatan di RSUD Muntilan sampe dinyatakan sembuh.

“Tapi ini koq malah diajak minta minta lagi anak tersebut oleh ibunya, bahkan sampai malam seperti ini, ini yang kami sesalkan,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Magelang Wisnu Harjanto,S.Sos.,M.M., saat ditemui  Beritamerdekaonline.com, mengatakan, tidak seharusnya anak sekecil itu di ajarkan atau di ajak meminta minta dengan alasan apapun.

“Ini harus kita telusuri dan cari solusinya untuk selamatkan anak tersebut, kasihan anak ini,” jelas Wisnu.

Setelah koordinasi dengan Dinas Sosial, Relawan JPKP Magelang pas melanjutkan koordinasi dengan Kepala Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, untuk bisa menemui anak tersebut dan orang tuanya yang berada di kontrakan Japunan, Mertoyudan dan dibawa ke kantor Balai Desa Danurejo.

Saat berada di kantor Desa Danurejo, terungakap dari pengakuan Ermadi yang mengaku sebagai orang tua anak tersebut, dia tidak mengakui kalau mereka mengajak anaknya meminta minta. Namun, setelah diperlihatkan foto foto yang membuktikan mereka mengajak anak tersebut, untuk meminta minta, akhirnya dia mengakui kalo mereka melakukannya.

“Ya saya akui, itu semata mata karna kami butuh makan, saya jualan cilok ga laku laku, parkir selama dua hari sekali, kadang tidak bawa hasil. Akhirnya saya ajak anak ini untuk meminta minta, ini saja hari ini kami rebus ketela untuk di makan,” Aku Ermadi.

Setelah di beri arahan oleh Kepala Satpol PP Magelang Wisnu Harjanto kedua orang tua ini disuruh buat surat pernyataan, agar tidak mengulang lagi mengajak anaknya untuk meminta minta dan di sasikan dari Dinas Sosial dan Kepala Desa Danurejo berserta staff, serta pihak Kecamatan Mertoyudan.

Adapun mengenai anak tersebut yang membuat orang tuanya tidak bisa menyekolahkan, seorang pengusaha muda Rischa Irawan yang siap membantu biaya biaya sekolah anak tersebut, bila orang tua mereka berkenan.

“Saya siap membantu biaya biaya sekolah anak tersebut, bila kedua orang tuanya berkenan, silahkan datang kerumah kami di Muntilan, ini saya tinggali alamat rumah saya kapan pun boleh datang bila ada keperluan sekolah,” tutur Rischa Irawan.

Sementara itu Kepala Desa Danurejo Eko berharap, dengan permasalahan ini tidak hanya selesai di meja ini, akan tetapi harus di tindak lanjuti lagi, artinya masih banyak yang perlu di lakukan oleh intitusi yang lain untuk diajak diskusi terkait permasalahan ini.

“Jadi secarik kertas pernyataan yang dibuat tadi, bukan hanya untuk embel embel tapi harus ada tindak lanjutnya. Tolong kepada yang bersangkutan apa yang diinginkan tadi, tolong untuk di akomodir bersama di keluarga,” ungkap kepala Desa ini.  (Candra)

Penulis : Candra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here