Rehab Gedung SDN 19 Kaur Diduga Tidak Mengacu Spek/RAB

0
1083
SDN 19 Kaur.

Kaur, Beritamerdekaonline.com – Dunia pendidikan secara terus-menerus mendapat kucuran dana dari pemerintah melalui beragam program bantuan untuk melengkapi sarana prasarana guna meningkatkan mutu pendidikan di setiap daerah hingga merata.

Namun hal ini pun bisa menimbulkan potensi praktek pelanggaran, dalam pengalokasian dana berbagai kucuran dana tersebut sangat rentan korupsi, tak jarang kesempatan ini dijadikan aji mumpung untuk meraup keuntungan pribadi oleh oknum.

Seperti yang terjadi di SDN 19 Kaur, salah satu sekolah yang mendapat anggaran dana DAK tahun anggaran 2020, sebesar Rp 272.160.000,- dengan sistem pengerjaan swakelola untuk merehabilitasi sedang/berat ruang kelas sekolah.

Ketua Komite SDN 19 Kaur Rudis mengatakan didalam pengerjaan rehab itu pihaknya tidak dilibatkan sama sekali, begitu juga dengan wali murid ataupun warga setempat tidak ada yang dilibatkan baik itu pengerjaan ataupun pengadaan material semua didatangkan dari luar dan pengawasannyapun diduga di monopoli oleh salah satu suami guru yang bertugas di sekolah tersebut.

“Padahal jelas bahwa pengerjaan rehab itu sifatnya swakelola, terus terang kami komite dan warga sangat kecewa,” sesal Rudis, Rabu (09/9/2020).

Ia menduga pekerjaan rehab gedung sekolah dasar tersebut banyak mendobrak prosedur gambar rancangan (Bestek), seperti reng/kusen jendela dan pintu yang semestinya harus dibongkar dan di ganti, tapi nyatanya dalam pelaksanaanya tidak dibongkar hanya sekedar dilapisi cat saja, begitu juga dengan kayu reng plafon menggunakan reng bongkaran alias kayu bekas.

“Hal itu membuat was-was wali murid yang menitipkan anaknya menimbah ilmu pendidikan di sekolah itu, karena ditakuti bila reng plafon itu tidak diganti yang baru jelas ketahanan bangunan tersebut tidak akan bertahan lama dan akan membahayakan murid yang sedang belajar bila terjadi ambruk nantinya, ditambah lagi baju seragam anak-anak kami untuk pembelian tahun 2019 lalu tidak kunjung selesai, baru bulan (08/9/2020) ini baju itu dikasih itupun baju kelas kodian alias baju toko,” bebernya.

“Maka dari itu kami selaku komite dan wali murid sudah sepakat tanda tangan agar kepala sekolah di SDN 19 Kaur untuk di ganti, untuk itu mohon kiranya pak Bupati dan dinas terkait dapat mengabulkan permohonan ini demi nyamannya kegiatan belajar mengajar di sekolah kami ini,” pinta Rudis.

Sementara itu, Kepala SDN 19 Kaur UM, saat dihubungi via telepon, mengakui jika ada pekerjaan yang belum sesuai dari gambar bestek/Rab, tetapi kata dia, kesalahan tersebut sudah diproses perbaikan dengan cara dibongkar dan akan diganti sesuai petunjuk.

“Bangunan itu sudah kami anggap selesai dan sudah mau serah terima namun setelah diperiksa oleh tim terkait bangunan rehab itu belum diterima dan minta dikerjakan ulang bagian kusen jendela dan kusen pintu, makanya sekarang lagi dibongkar untuk diperbaiki,” ungkap Kepsek.

Dilain pihak, Konsultan Pengawas Bangunan Rehab Dupi, ketika ditemui awak media dirumah kediamanya (08/9/2020), sebelumnya pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan supaya rehap tersebut dikerjakan sesuai petunjuk RAB. “Akan tetapi nampaknya memang Kepsek itu agak sedikit bandel, akhirnya ya begini,” ungkap Dupi.

Senada demikian, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur Endi Yurizal melalui Kabid Dikdas Lisarmawan (08/9/2020), ketika diminta tanggapan terkait temuan ini mengatakan jauh hari sebelum pelaksanaan, pihaknya sudah menekankan kepada kepala sekolah, pembangunan harus sesuai dengan bestek, rancangan anggaran biaya (RAB) jangan ada penyimpangan gambar dan spek/RAB yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau ada Kepsek yang melanggar spek/RAB bangun rehab gedung sekolah dasar tersebut, maka itu harus dibongkar ya seperti sekarang petunjuk sudah dilanggar, mau engga mau harus dibongkar dan diperbaiki,” ungkap Lisarmawan. (Miruan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here