Kepala Satpol PP Magelang, Beri Peringatan Pada PKL di Jalan Samping Pemkab Magelang

0
158
Foto : Setelah di beri arahan oleh Kasat Pol PP Wisnu, pedagang bakso dan tukang odong odong membuat surat pernyataan bahwa sewaktu waktu siap pindah, kalau ada perintah segera pindah dari tempat mereka membuka lapak di Jalan samping Pemkab Magelang, Senin (14/9/20). (Candra)

MAGELANG, Beritamerdekaonline.com – Kepala Satpol Polisi Pamong Praja Kabupaten Magelang Wisnu H setelah melaksanakan Oprasi Yustisi Protokol Kesehatan di wilayah Muntilan, Senin (14/9/20).

“Melihat pedagang kaki lima dan antrean andong di pinggir jalan yang yang sebetulnya itu daerah terlarang disamping Pemkab Magelang, bahkan untuk berjualan maupun buat parkir andong, dan ini sangat mengganggu pengguna jalan lainnya,” Terang Ka Satpol PP ini.

Kepada Beritamerdekaonloine.com, Kepala Satpol PP Magelang Wisnu H mengatakan, Jika pihaknya sebagai aparat penegak Perda, harus tegas dalam menindak semua pelanggar termasuk para PKL.

Foto : Tukang odong odong dan pedagang bakso di bawa Kasat Pol PP ke kantor, untuk diberi arahan agar tidak berjualan ditempat bahu jalan sebelah Pemkab Magelang, Senin (14/9/20). (Candra)

“Sebelum sudah ada teman teman yang menegur, sebelum di tegur, kami duluan yang menegur para PKL yang melanggar daerah terlarang untuk mangkal jualan atau parkir andong andong di jalan samping Pemkab Magelang,” ucapnya.

“Hari ini saya bawa dua orang PKL penjual bakso dan odong odong ke kantor Satpol PP, untuk di beri arahan agar segera mencari tempat untuk mangkal dagangan maupun tempat odong odong yang tidak mengganggu pengguna jalan lainnya, sebelum kami mendapatkan perintah untuk membongkar lapak mereka. Hal ini kita lakukan dengan pendekatan seperti ini, kami berharap bisa dimengerti dan di terima oleh para pedagang lainnya,” tambahnya.

Setibanya di kantor Satpol PP, kedua pedagang tersebut setelah di beri peringatan  dan arahan membuat surat pernyataan, untuk bersiap siap pindah apabila sewaktu waktu di perintahkan untuk pindah dari tempat tersebut.

Jalan tersebut seharusnya steril dari pedagang maupun aktifitas lainya, di sana ada beberapa pedagang diantaranya, pedangan buah, ikan hias, penjual brambang, penjual sosis, penjual gelembung air, penjual arummanis dan ada sekitar 12 andong, yang parkir di bahu jalan setiap harinya.

Sementara itu, pedagang bakso Asrori, mengungkapkan, dirinya  juga merasa kebingungan kalo disuruh pindah.

“Saya belum punya pandangan tempat lain untuk jualan selain ditempat itu, tapi mau gimana lagi kalo tempat itu emang tidak di perbolehkan untuk berjualan, saya siap untuk pindah bila sudah waktunya untuk di perintahkan pindah,” keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan tukang odong odong Ishardi, mengatakan, ia sudah dua tahun menjadi tukang odong odong ini, tapi apa boleh buat kalo ditempat itu tidak di perbolehkan ia juga akan pindah.

“Ya mau gimana lagi, ya kalau disuruh pindah ya siap pindah,” ungkapnya.  (Candra)

Penulis : Candra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here