Putusan Perkara Keraton Agung Sejagat, Toto 4 Tahun dan Fany 1,5 Tahun

0
622
Foto : Totok Santoso dan Fanni Aminadia, saat mengikuti Sidang Virtual Perkara Keraton Agung Sejagat (KAS) di Rutan Purworejo. (Istimewa/Hery Priyantono)

PURWOREJO, Beritamerdekaonline.com – Setelah sempat mundur beberapa kali akhirnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Purworejo menggelar Sidang Putusan atas Kasus Hukum Terdakwa Toto Santoso (40) dan Fani Aminadia (43) yang mengaku sebagai Raja – Ratu Keraton Agung Sejagat (KAS) yang menghebohkan muncul di Desa Pogung Jurutengah Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Jateng pada awal Januari 2020 lalu.

Majelis Hakim yang diketuai Sutarno SH, dibantu dua hakim Anggota, Anshori, SH dan Samsumar Hidayat, SH, MH, memulai sidang siang tadi Selasa (15/09/2020) pada pukul 13.05 WIB.

Dalam putusan majelis, disebutkan Majelis Hakim menyatakan Toto dan Fanni sebagai Terdakwa Perkara Kabar Bohong, yakni Pasal Pertama primer Pasal 14 UU no 1 tahun 1946 Subsidiar Pasal 14 uu no 1, juga diterapkan Pasal 378 jo 55 KUHP. 

Majelis menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah. Dan atas pembuktian itu, Majelis Hakim memvonis kepada Toto Santoso penjara selama 4 (empat) tahun dan kepada Fanni penjara selama 1 tahun 6 bulan.

“Mengadili, menyatakan bahwa Terdakwa Satu Totok Santosi dan Terdakwa Dua Fanni Aminadia tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat sebagaimana dalam dakwaan primerJPU,” ucap Ketua Majelis Hakim PN, Sutarno, saat membacakan Putusan di PN Purworejo, Selasa (15/09/2020), siang tadi.

Putusan Majelis Hakim ini lebih ringan dibandingkan dengan Tuntutan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Purworejo, yang sebelumnya menuntut Terdakwa Satu Toto Santoso dengan Hukuman Lima Tahun Penjara dan kepada Terdakwa Kedua Fanni Aminadia dengan hukuman 3 Tahun 6 bulan.

Dalam sidang yang digelar secara Online atau Virtual dan terbuka tersebut, juga menerangkan Putusan Majelis Hakim terhadap Fanni lebih sedikit dibandingkan Toto, sebab Majelis Hakim menilai peran Fanni dinilai tidak begitu dominan. Dengan Putusan Hakim ini, JPU menyatakan pikir-pikir. (Hery Priyantono)

Penulis : Hery Priyantono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here