BP2MI Kembali Gagalkan Tujuh CPMI di Penampungan Condet, Jakarta Timur

0
101
Foto: dok / Kepala BP2MI, Benny Rhamdani saat menyampaikan siaran pers terkait UPT BP2MI dan Tim menggagalkan 7 CPMI yang akan diberangkatkan ke Timur Tengah, di kantornya MT Haryono Jakarta Timur, Kamis tadi (24/9/2020). (Ams)

JAKARTA, Beritamerdekaonline.com – Berkat kerja keras Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) bersama masyarakat berhasil menggagalkan 7 (tujuh) Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang sedianya akan diterbangkan ke Timur Tengah.

Kepala BP2MI, Benny Ramdhani mengatakan keberangkatan calon PMI ini dinyatakan non prosedural yang ditampung disalah satu rumah di Jalan Swadaya, Condet, Jakarta Timur.

“Dari informasi masyarakat, ada 30 orang calon PMI yang ada di penampungan sedianya akan diberangkatkan ke Timur Tengah. Tetapi setelah tim UPT BP2MI DKI Jakarta ke lokasi, kita hanya menemukan 7 (tujuh) orang calon PMI,” kata Benny di kantor BP2MI, kamis tadi (24/9/2020).

Tambahnya, dari lima orang tersebut akan diberangkatkan ke Abu Dhabi, 1(satu) orang ke Qatar dan 1 (satu) orang ke Dubai.

Adapun perusahaan yang memberangkatkan ini, kata Benny dari PT Prima Duta yang beralamat di jalan Swadaya 16 Rt 03/09, Condet Jakarta Timur.

“Penampungan ini berupa rumah kontrakan dan yang bertanggung jawab adalah Sri Lestari dan suaminya juga  Ahmad Nuryadi kami bawa ke BP2MI untuk dimintai keterangan dan klarifikasi,” ujar Benny lugas.

Setelah itu, ketujuh PMI akan terus dilakukan pendalaman dan wawancara oleh tim direktorat pengamanan dan pengawasan serta ditempatkan di shelter BP2MI, Ciracas, Jakarta Timur.

Selanjutnya, ke tujuh PMI akan didampingi untuk penyidikan ke Bareskrim Polri untuk ditindaklanjuti lebih dalam.

Benny juga menilai, darurat sindikat ini adalah sebuah modus operandi yang sistematis yang tidak selayaknya berkembang di bangsa tercinta ini.

“Kami tidak memulai perang, tapi kalianlah yang telah menabuh genderang dan jangan kalian berpikir kalian bisa menang berperang,” tandas Benny.

BP2MI akan mengambil sikap tegak lurus. Adapun sanksi kepada perusahaan ilegal adalah menunda layanan dan tidak bisa mengirim PMI lagi dan pencabutan izin.

Tambah Benny, jika terlibat tindak ilegal, maka kami tidak menggunakan inisial pelaku lagi (tapi nama lengkap pelaku: red) dan pada PT yang memberangkatkan serta alamat perusahaannya.

‘Brani’ panggilan akrabnya ini, tidak segan-segan akan mempertaruhkan jiwa raganya. “Satu orangpun PMI saya akan pertaruhkan kepala saya untuk membela migran, sehingga negara kita yang mempunyai dignity” tutupnya. (Ams).

Penulis : Amos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here