Driver Ojol di Semarang Tertipu Order Fiktif, Ratusan Ribu Melayang

0
1018

SEMARANG, Beritamerdekaonline.com – Nasib apes dialami pengemudi Ojek Online bernama Audy Hamdani S (59) warga jalan Girimukti 2/86, RT 08 RW 23, Kelurahan Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan kota Semarang.

Kejadian itu dialami Audy pada tanggal 22 September 2020 lalu. Awal mula dirinya mendapatkan orderan food pada pukul 15.05 WIB untuk membelikan Nasi geprek sebanyak 14 kotak dari Resto di jalan Arteri Sukarno Hatta Semarang untuk dikirimkan ke jalan Taman Belimbing Peterongan Semarang Selatan senilai Rp. 308.000,.+ Ongkir Rp. 7.000, yang totalnya Rp. 315.000,. Namun sesampainya di lokasi pengiriman, ternyata penerima tidak ada karena rumah tersebut sudah kosong tidak berpenghuni.

“Saat saya di resto, ada seseorang telpon namun tidak saya tanggapi serius karena saat itu saya lagi fokus pesan makanan. Setelah pesanan jadi, kemudian saya antarkan ke Taman Belimbing. Sampai disana sesuai titik, ternyata rumahnya kosong. Saya bingung, pas itu juga hujan, saya kan bingung takut makanannya basah. Kemudian dia suruh cancel dan akhirnya makanan tersebut saya serahkan ke Panti Asuhan di Girimukti Tlogosari,” terang Audy kepada Beritamerdekaonline.com, Sabtu (26/9/2020).

Setelah memberikan makanan tersebut ke Panti Asuhan, sore itu, Audy ditelpon oleh pemesan tadi untuk datang ke ATM di daerah jalan Tentara Pelajar Semarang. Di sana, Audy ngecek saldo ATM masih ada Rp. 521.077,. Namun disitu, dirinya ditelpon orang tadi dan dalam kondisi seperti kebingungan, Audy selalu mengiyakan permintaan si penelpon, terus dia diminta kode pin dari aplikasi pembelian yang dia sendiri tidak tahu maksud dan tujuannya.

“Saya ditelpon, dia ngomong apa selalu saya jawab iya iya gitu terus,” ucap Audy.

Setelah itu, keesokan harinya atau tepatnya pada tanggal 23 September, dia ngecek ATM di daerah Tlogosari bermaksud untuk top up saldo aplikasi Ojolnya. Setelah dicek, ternyata saldonya berkurang sebesar Rp. 475.000,.

Mengetahui saldo ATMnya berkurang, Audy langsung lemas tak berdaya sambil bertanya-tanya dalam hati kok bisa uang di ATM berkurang ya.

“Saya mau ngambil uang tunai di ATM untuk top up, namun setelah dicek kok saldonya tinggal Rp. 43.577,. Bingung saya ini kemana uang saya,” ungkapnya.

“Terus saya ke kantor Grab untuk mengadukan masalah ini kemudian siangnya juga ke Bank Niaga untuk menanyakan transaksinya. Di Bank ternyata pada tanggal 22 September ada transaksi pembelian Telkom sebesar Rp. 475.000, saya kaget padahal saya tidak punya nomor Telkomsel dan saya juga tidak merasa bayar,” terang Audy.

Foto: Gerai minuman di jalan Tlogosari Raya Semarang, tempat Mangkal Audy saat nunggu orderan masuk (BM/Alim)

Sementara itu, Pemilik Gerai minuman di jalan Tlogosari Raya 1, Vina Sari Ramadhani (19) yang mengetahui peristiwa itu menceritakan, awalnya dia merasa heran melihat driver ojol tersebut mondar mandir seperti sedang kebingungan. Kemudian Vina menanyakan hal tersebut kepadanya.

“Jadi awalnya pada waktu hujan deras bapaknya kesini terus nawarin nasi kotak. Terus ditanya temenku ternyata orderan gak dibayar, terus mau saya ganti bapaknya gak mau. Dia bolak balik seperti orang bingung terus saya tanya ternyata habis kena tipu orderannya tidak dibayar. Dan bukan hanya orderan aja, ternyata bapake juga kena tipu sebesar empat ratusan ribu,” ucapnya. (Alim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here