Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Berakhir Ricuh, 112 Pendemo Diamankan Polisi

0
748

MAGELANG, Beritamerdekaonline.com – Ratusan massa yang mengatasnamakan GERAM (Gerakan Rakyat Magelang Raya) memenuhi sebagian badan jalan di depan Artos Magelang untuk menyampaikan orasi penolakan UU Cipta Kerja (Omnibus).

Diketahui aksi ini pada Jumat (9/10/2020) di jaga ketat oleh ratusan Anggota Polres Magelang dan dipimpin langsung Kapolres Magelang AKBP Ronald A Purba S.I.K,SH dan Waka Polres Magelang Kompol Aron Sebastian,S.I.K.M.Si ,Polres Magelang Kota dan TNI.

Waka Polres Kompol Aron Subastian menyampaikan kepada Beritamerdekaonline.com, pihaknya berharap aksi ini bisa berlangsung aman damai tidak ada gesekan dan tertib serta terkendali.

“Kegiatan ini tidak bisa kita larang, karena untuk menyampaikan aspirasi syah syah saja, yang terpenting semuanya tertib dapat menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas umum,” ucap waka Polres Magelang.

Sementara itu, penanggung jawab aksi, Anang Imamudin, menyampaikan, dirinya dari Gerakan Magelang Raya menyikapi dengan di syahkannya UU Cipta Kerja (Omnibus). Ia juga mengkritisi masalah itu, serta memberikan dukungan moral kepada para buruh atau pekerja dan mahasiswa yang melakukan aksi demo dimana mana.

“Untuk itu Magelang bergerak, kami menyampaikan mosi tidak percaya ke pada DPRI dan juga kepada Presiden, karena mati hati nuraninya tidak pernah mendengarkan aspirasi Rakyat. Tetapi di Magelang kita konsep kita kemas dengan cara yang simpatik dengan cara yang baik, sehingga tidak ada tidak perlu ada tindakan yang anarkis, tidak ada yang bentrokan, tidak perlu yang terluka, karena kita sama sama anak bangsa,”kata Anang.

Lanjutnya, ia akan menyampaikan aspirasi dengan simpatik dan ini juga selalu dengan kebiasaan dirinya dengan berbagi sedekah nasi bungkus nasi kotak pada hari jumat yang berkah ini.

“Kami akan teruskan menyampaikan aspirasi dan kami berpesan kepada aparat keamanan, kita berikan contoh kepada Indonesia, di Magelang tidak terjadi apa apa, di Magelang kondusif dengan cara yang baik tidak ada insiden apapun yang menciderai persaudaraan kita sesama anak  bangsa,” pintanya.

 “Untuk menjaga kondusifitaf, kita memang kecilkan volumenya supaya tidak ada hal hal yang  tidak kita inginkan. Dan apabila nanti ada gesekan atau apa pun itu, itu bukan anggota Geram, kami tidak bertanggung jawab yang terjadi, karna setelah orasi selesai kami akan langsung bubarkan diri kembali kerumah masing masing,” ungkapnya.

Dari pantauan beritamerdekaonline.com, setelah aksi tersebut, massa GERAM membubarkan diri dan kembali kerumah masing masing. Namun, ada sekelompok massa melakukan tindakan anarkis kepada petugas kepolisian yang masih berjaga jaga di depan Artos, tidak lama kemudian terjadilah bentrokan massa dengan petugas kepolisian hingga menembakan gas air mata ke arah kerumunan massa.

Menurut informasi yang diterima beritamerdekaonline.com, dari anggota yang enggan disebutkan namanya, ada 112 anak yang di amankan pihak kepolisian Polres Magelang salah satunya masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Diketahui, bahwa pemeriksaan terhadap 112 yang diamankan ini, hingga pukul 00.00 Wib, Sabtu (10/10/2020) belum selesai untuk pemeriksaan hasil swab, dan akan dilanjutkan kembali pemeriksaan swab pagi ini. (Candra)

Penulis : Candra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here