Warga Rembang Laporkan Video Viral Dugaan Pelanggaran Kampanye Cabub Rembang Abdul Hafidz Ke Bawaslu

0
199
Foto: tiga orang mengatasnamakan warga Rembang melaporkan terkait video viral Calon Bupati (Cabub) Rembang nomor urut 2 petahana Abdul Hafidz di kantor Bawaslu Rembang. Jumat (16/10/2020). (Minan)

REMBANG, Beritamerdekaonline.com –  Setelah viral di Media Sosial (Medsos) video Calon Bupati (Cabub) Rembang nomor urut 2 petahana Abdul Hafidz saat menghadiri pertemuan dengan guru PAUD se-Kecamatan Sarang, di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang akhirnya di laporkan oleh sejumlah warga. Jumat (16/10/2020)

Dalam cuplikan video berdurasi sekitar 30 detik itu, Abdul Hafidz mengklaim bantuan sosial dari Pemerintah sebagai upaya untuk meraih simpatik para guru-guru yang hadir.

Salah satu warga pelapor, Charis Kurniawan saat jumpa pers di media center Bawaslu Rembang mengatakan kami datang bertiga atas nama warga Rembang melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu Rembang, karena hal tersebut dianggap melanggar aturan kampanye.

‘Kami minta kejadian tersebut tidak terulang lagi dan Bawaslu harus bertindak tegas terkait dugaan fasilitas umum dan mengklaim program pemerintah untuk kampanye,” terangnya.

Charis menambahkan Cabup Petahana menggunakan fasilitas umum, yaitu sarana pendidikan untuk kampanye. Selain itu dalam video yang berdurasi sekitar 30 detik itu, Abdul Hafidz juga mengklaim bantuan sosial dari Pemerintah untuk mempengaruhi ibu-ibu.

“Untuk itu, saya meminta Bawaslu Rembang untuk segera memproses kasus tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Rembang Amin Fauzi membenarkan adanya pelaporan dari warga terkait video viral Cabup nomor urut 2 Abdul Hafidz. Ia menyatakan akan segera mengambil tindakan dan akan segera memverifikasi terkait kasus tersebut.

“Ada waktu tujuh hari waktu Bawaslu untuk mengungkap kasus tersebut. Apakah ada unsur pelanggaran atau tidak di dalamnya,”pungkasnya. (Minan)

Penulis : Minan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here