“SUPPORT PETANI JAMUR TIRAM” HKTI Palas Bangunkan Rumah Tempat Budidaya

0
613

PADANG LAWAS, Beritamerdekaonline.com – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Padang Lawas bersama Dewan Pakar HKTI dari Provinsi Sumatera Utara  Survey lokasi pengembangan Produksi Jamur Tiram di Desa Paran Julu Kecamatan Aek Nabara Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utaram, Senin 19 Oktober 2020.

Dewan Pakar HKTI  Provinsi Sumatera Utara Lutfhi Faizalsah di dampingi HKTI Palas, meninjau perkembangan budidaya jamur tiram yang di lakoni Petani warga Desa Paran Julu Aek, Nabara Barumun, Padang Lawas.

Muhammad Kastor Siregar yang di juluki Jendra kancil kepada Beritamerdekaonline, mengaku merasa gembira dengan kedatangan HKTI yang mendukung penuh kegiatan budidaya Jamur Tiramnya, yang awalnya hanya sederhana saja namun kini saya sudah  bisa mengembangkan produksinya.  

“Sebelumnya, saya hanya memiliki fasilitas yang sederhana belum ada bagunan rumah khusus untuk Budidaya Jamur,  saya semakin semangat dan merasa sangat senang, dimana HKTI bersedia membantu saya untuk mendirikan Bangunan Rumah Budi daya dengan ukuran 4 x 6 Meter, dimana rumah budidaya seluas ini nantinya saya akan bisa menghasilkan 15  ribu Blok Media tanam tentu akan meningkat dari  yang awalnya saya hanya bisa menyediakan 360 Blok Media tanam Jamur Tiram,” Papar Kastor.

“Saya siap memproduksi Jamur tiram dengan skala besar, agar bisa di olah menjadi Bahan baku Keripik Tiram sebagai salah satu cendra mata kuliner khas Padang Lawas yang di rancang oleh HKTI Palas menembus pasar Luar Daerah Padang Lawas,” ungkapnya.

Sekretaris HKTI Palas Gontar Halomoan Harahap mengatakan, dirinya akan perluas cakupan budi daya jamur ini dan akan di masukkan dalam agenda pelatihan peningkatan Sumberdaya manusia melalui jaringan HKTI, agar ilmu budidayanya lebih efektif dan efisien dan mengahsilkan kualitas yang maksimal, dan ia juga berharap ini bisa di kembangkan.

Leo Hasibuan Ketua HKTI Palas kepada Beritamerdeka juga menambahkan, ada anggaran Sisa Hasil Usaha (SHU) disektor lain yang sudah dijalankan dan SHU ini, bisa digunakan untuk memperkuat Usaha Pertanian yang betul betul bisa di kembangkan dan ini untuk kebersamaan, salah satunya sebagai  modal usaha budi daya jamur tiram ini.

“Kita dirikan Pondok rumah budidaya seluas 4×6 Meter, agar bisa menampung lebih banyak lagi blok blok media tanam jamur tersebut, dan sebelumnya pembudidayaan ini mendatangkan bibit dari Tasik Malaya dan semoga kedepannya petani ini bisa memproduksi bibit sendiri,” Ungkap Ketua HKTI Palas di dampingi Perempuan HKTI Palas. (NST)

Penulis : NST

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here