Terkait Rehabilitasi D.I Sabahotang, Kejari Palas Kembali Didatangi Mahasiswa

0
558
Unjuk Rasa (Unras) yang di lakukan Mahasiswa Peduli Padang Lawas.

Padang Lawas, Beritamerdekaonline.com – Kejaksaan Negeri Padang Lawas (Palas) kembali di datangi Mahasiswa Peduli Padang Lawas guna  meminta penjelasan terkait laporan adanya dugaan penyelewengan pada proyek rekonstruksi, rehabilitasi pembangunan  D.I Sabahotang, Kecamatan Barumun Baru tahun anggaran 2019, Kamis, (19/11/2020).

Dalam aksi Unjuk Rasa (Unras) yang di lakukan Mahasiswa Peduli Padang Lawas menyampaikan beberapa tuntutan seperti,  meminta dan mendesak Kejaksaan Negeri  Palas agar segera memanggil dan memeriksa CV Sultan Jaya Mulya atas dugaan tindak pidana korupsi pada proyek rekonstruksi rehablitasi,  pembangunan  D.I. Sabahotang Kecamatan Barumun Baru.

Pantauan Beritamerdekaonline.com disamping itu para mahasiswa juga meminta agar Kejari Padang Lawas untuk segera melakukan penyidikan, penyelidikan serta penindakan sesuai ketentuan yang berlaku, karena pembangunan TA. 2019 yang  menelan anggaran Rp 1,5 miliar tersebut diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga diduga merugikan banyak pihak.

Disamping itu, Koordinator Lapangan Aksi Mahasiswa Ezi Hasibuan juga menjelaskan bahwa mereka mendukung dan siap membantu Kejari Palas dalam menuntaskan koruptor-koruptor yang ada di Palas, dan menindak lanjuti kedatangan pihaknya bulan yang lalu. “Kami menjelaskan apabila tuntutan kami ini tidak diproses dan tidak ada kejelasannya, maka kami akan melakukan aksi kembali,” ucapnya.

“Karena kami menilai rusaknya kontruksi irigasi yang menelan biaya sekitar Rp 1,5 miliar itu ada unsur kesengajaan dari pihak CV Sultan Jaya Mulya serta lemahnya pengawasan dari pihak Dinas  Pekerjaan Umum,” jelas Ezi.

Sementara,dari pihak Kejari Padang Lawas yang langsung diterima Erwin menjelaskan bahwa tuntutan mahasiswa telah pihaklnya tindak lanjuti dan sedang diproses. “Namun, dalam tahap penyidikan  dan penyelidikan ini saya belum bisa menjawab apakah hal tersebut masuk dalam tindak pidana korupsi atau tindak pidana lainnya itu kewenangan pimpinan untuk menjawabnya,” jelasnya.

Kehadiran aksi Unras mahasiswa tersebut mendapat pengawalan ketat dari pihak Polres Padang Lawas yang langsung dihadiri Kabag OPS. Kompol Aswin Noor Nasution bersama anggota dan juga Anggota dari Satpol PP Palas. (Bonardon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here