Pendaftaran Masih Dibuka, Penerima BPUM di Bengkulu Mencapai 59.810 UMKM

2
2238
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bengkulu Erdiwan.

Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bengkulu Erdiwan mengajak bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19 agar bisa mendaftar untuk mendapatkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) bagi yang belum.

“Tinggal beberapa hari lagi hingga akhir November ini data calon penerima BPUM dari kabupaten dan kota sudah diusulkan ke Kementerian Koperasi dan UKM. Dan itu pun juga tergantung dengan kebijakan di daerah masing-masing kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, kalau di Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu infonya akan tutup dalam minggu ini,” ujarnya, di kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, Selasa (24/11/2020) siang.

“Untuk itu, kami mengimbau bagi pelaku UMKM untuk segeralah mendaftar,” ajaknya.

Saat ini, kata Erdiwan, sudah ada sebanyak 59.810 UMKM yang sudah menerima BPUM se-Provinsi Bengkulu, ini berdasarkan SK Menteri Koperasi dan UKM tentang penerima BPUM dari tahap satu sampai tahap 22.

“Kita masih optimis jumlah penerima BPUM ini akan bertambah lagi. Sedangkan UMKM yang sudah diusulkan sebanyak 204.559 pertanggal 23 November 2020,” ungkap Erdiwan.

Senada dengan itu, Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu Tahsinul Arifin mengatakan program bantuan sosial yang dijalankan oleh Kemenkop UKM dengan nominal bantuan sebesar Rp 2,4 juta per UMKM.

“Syarat untuk mendapatkan BPUM antara lain, warga negara indonesia, foto copi KTP/KK, bukan ASN, TNI/Polri serta Pegawai BUMN/BUMD, memiliki usaha mikro, kemudian ada surat keterangan usaha (SKU) dengan dijelaskan jenis usaha mikro nya, tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR, terus mendaftarnya di Dinas Koperasi dan UKM kabupaten atau kota dengan mengisi formulir yang telah disiapkan dan khusus untuk di Kota Bengkulu mendaftar di kantor Kecamatan masing-masing,” jelasnya.

“Kita berharap BPUM ini benar-benar bisa tetap sasaran bagi UMKM yang terdampak pandemi Covid-19,” harapnya. (BM)

2 KOMENTAR

  1. Pak saya mw nanya…kenapa saya gak dapat2 juga umkm ny padahal saya udah daftar lama,yg baru daftar suami istri malah dapat di mana ketidak pantasny saya enggak dapat saya usaha micro yg gk punya usaha malah dapat…pak tolong yg benar2 dapat itu yang benar2 pedagang kecil,saran saran kan tolong libat kan perangkat desa seperti rt karena rt tw warga2 nya…maaf pak kalo ada salah kata

Tinggalkan Balasan ke Meigi setiawan Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here