Kemal Pinem, ‘Begini Koronologisnya Program PSR Permainan PPL Disbun Aceh Singkil’

Aceh Singkil, beritamerdekaonline.com – Program peremajaan sawit rakyat (PSR) oleh gabungan kelompok tani (GAPOKTAN) kelompok warisan anak bangsa (WABA) di kecamatan kota baharu kabupaten Aceh Singkil.

Kelompok warisan anak bangsa (WABA) yang di ketuai oleh pak Tenar sebagai ketua, Kasnin sebagai sekretaris yang selama ini kurang tertib administrasi terutama dibagian alas hak tanah dan masyarakat mengutamakan menengah Keatas juga dugaan pengrekayasaan dokumen seperti lahan tidur milik Pak SRS seluas 36 hektar.

Kemal Pinem, tokoh masyarakat desa butar kecamatan kota baharu menuturkan pada awak media ini, tanggal 24 February 2021 terkait program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang di Replanting pada tahun anggaran 2020 Ini dugaan ada permainan di bagian lahan milik SRS jumlah 36 hektar yang di atas nama para tetangganya. tutur Kemal

Menurut Kemal Pinem, sesuai dengan hasil kompfirmasi beberapa orang di lapangan yang mengatasi namakan buk Sarini, ketika di rumahnya warga Desa Srikayu beberapa hari yang lalu mengatakan “Saya tidak tahu di belakang tah di depan dan surat juga siapa Ketua emboh/dak tau itu anak saya yang tau” terang dia, Pak Jajat juga menjelaskan, Juga mengatakan hal yang sama, legelitasnya juga tidak tau beda harganya surat hak milik juga tidak tau jelas mereka. ujar Kemal.

Selanjutnya tentang pak Parman ,dihari yang sama menyatakan hal yang sama tentang legelitasnya semua ketua kelompok dia yang bernama Suprianto semua dia urusannya.ini keterangan Pak Parman, nah sesuai dengan kutipan dan keterangan kepala desa kampung Lapahan Buaya juga PJ desa kampung Butar yang tidak di libatkan tanda tangan untuk persyaratan dan program PSR atau Replanting juga alas hak milik tanah seperti SKT, dan sesuai dengan keterangan dan investigasi di lapangan baik dokumen lahan dan lain lain. ujar Kemal

Harapan kami, agar pemerintah intansi terkait bisa di usut terutama kelompok warisan anak bangsa (WABA) yang di ketuai oleh pak Tenar, juga berinisial SRS yang seluas 36 hektar di duga ada permainan dengan Dinas pengawas pekerjaan lapangan (PPL) dan ketua kelompok.jelasnya

penulis : Gunawan

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics