Gumara Kader Demokrat Gayo Rilis Album Tolak KLB

Redelong, BMon – Berita Merdeka Online – Salah satu legislator Kabupaten Bener Meriah dari kader Partai Demokrat Gumara juga dikenal sebagai seniman di dataran tinggi tanah gayo,  memiliki cara unik untuk protes dan menolak Kongres Luar Biasa Partai Demokrat tandingan di Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan menciptakan syair lagu Tolak KLB dukung AHY, yang di upload di konten YouTube Gumara entertainment.

Seniman dari negeri berhawa sejuk ini mengatakan kepada wartawan saat menyambangi studio miliknya Rabu (10 /3 /2021) ide untuk membuat lagu tersebut muncul saat dalam perjalanan pulang usai menghadiri Undangan yang di hadiri oleh seluruh DPC partai Demokrat se aceh (Rakorda) yang di laksanakan di Banda Aceh untuk menolak KLB, 

“Setelah acara ini selesai di dalam perjalanan pulang ke bener meriah, penolakan ini saya ekspresikan dengan menciptakan sebuah lagu yang berjudul tolak KLB dukung AHY”  katanya.

Lebih lanjut ketua partai Demokrat Bener Meriah tersebut memaparkan “Tema lagu penolakan KLB dan mendukung ahy sebagai ketua umum, ini saya ciptakan sebagai rasa hormat saya kepada AHY, juga sebagai dukungan moril dan loyalitas saya untuk memberi support agar Ketum tetap bersemangat. Ujar kader partai berlambang Mersi ini.

Terkait syair lagu yang iya ciptakan Gumara menjelaskan. “Inspirasi syair lagu dari sabang sampai marauke kami partai Demokrat sepakat menolak KLB

Dari sabang sampai marauke kami partai Demokrat sepakat mendukung Ahy” ini datang nya dari hati mengalir begitu saja, dan ada pesan moral serta etika dalam berpolitik dan saya menolak KLB itu, dan kami memilih AHY sebagai Ketum.

Lagu ini tercipta juga juga dukungan Nova Iriansyah DPD Demokrat Aceh, pak ALAIDIN ABU ABBAS dan Darusallam”. Paparnya.

Atas KLB yang berlangsung di Deliserdang Sumatra Utara seniman Gayo ini memberikan perumpamaan kalau itu seperti cere dan pasa (gayo-red) “KLB yang di langsungkan di deserdang itu sangat tidak beretika, saya umpakan seperti persoalan cere dan pasa karena hal ini hanya bisa di laksanakan oleh pasangan suami istri yang sah, hanya suami atau istri yang sah yang bisa menceraikan pasangan nya tetapi kalau di KLB di Deliserdang ini seperti rumah tangga kami yang di hancurkan rumah tangga orang lain, ceritanya.

Di dalam partai Demokrat kami memiliki moto “Selamatkan Demokrat selamatkan demokrasi” artinya kami menyelamatkan demonrasi di Indonesia kalau begitu mudah nya menghancurkan demokrasi seperti yang di lakukan di Deliserdang itu maka hancurlah sudah demokrasi di Indonesia, dan Semua partai bisa terkena hal yang sama,

Ini adalah ujian bagi kami di partai Demokrat semoga dengan kejadian ini Demokrat semakin berjaya berjaya di pimpin oleh AHY, ini adalah cobaan tantangan semakin tinggi daun menjulang semakin tinggi angin menerjang, 

Besar harapan saya kepada  menkopolhukam agat tidak mengakui KLB itu kami percaya negara masih punya hati nurani untuk mengatakan yang benar dan mana yang salah salah, Pungkasnya. (Man)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics