Job Pengangkutan Scrap AAF Dimonopoli Oknum Aparat Militer, Warga Lingkungan Kecewa

Foto Istimewa

Lhokseumawe, BMon – Berita Merdeka OnlinePekerjaan jasa pengangkutan scrap (besi tua) eks pabrik pupuk AAF diduga dimonopoli oleh oknum anggota militer dari Kodam Iskandar Muda. Warga lingkungan mengaku kecewa dengan kebijakan PT Kirana Saiyo Perkasa, selaku pemenang tender pembongkaran aset PT AAF, yang melibatkan oknum aparat militer pada job ini.

Kekecewaan ini seperti disampaikan Ketua Konsultan Forbes Lingkungan Provit Aceh Utara – Lhokseumawe, Akrim kepada media ini, Kamis (4/3/21). Akrim mengatakan informasi pelibatan diduga anggota Kodam Iskandar Muda didapati dari internal PT Kirana.

“Awalnya kami ingin menanyakan tentang pekerjaan angkut besi tua ke medan. Pihak Kirana pernah menawarkan pekerjaan ini kepada kami. Tapi begitu kami tanya, kata mereka pekerjaan sudah diambil alih oleh Puskopad (pusat koperasi angkatan darat-red)” ujar Akrim.

Dia menjelaskan, Project Manager pembongkaran pabrik AAF, Anwar Ali meminta forbes memasukan profil perusahaan dan penawaran agar diberi pekerjaan tracking (pengankutan). Forbes, kata Akrim, sudah menunjuk salah satu perusahaan lokal sebagai mitra kerja.

“Penawaran sudah kami masukan bulan lalu” kata Akrim.

Akrim melanjutkan, ketika pihaknya ingin menanyakan, justru pelaksana mengatakan pekerjaan tersebut sudah diambil alih oleh anggota militer berinisial AR.

“Kami diminta bertemu dengan AR tadi. Orang yang mengaku dari Kodam Iskandar Muda ini kami duga membekingi dan memonopoli pekerjaan. Padahal, perusahaan rekanan untuk sub kontrak ini perusahaan yang sedari awal merupakan pihak yang mengangkut scrap” kata Akrim.

Sekedar catatan, PT Kirana Saiyo Perkasa memberikan sub kontrak pengangkutan scrap kepada PT. Bintang. Manajemen PT Kirana melalui Anwar Ali pernah menjanjikan job ini dikerjakan secara bersama antara PT. Bintang dan Forbes.

Forbes mencurigai praktek ini hanyalah ‘permainan’ pihak tertentu yang tidak senang dengan kehadiran forbes. Ia meminta PT Kirana tidak membuat intrik, karena forbes juga berhak atas pekerjaan tersebut sebagai kompensasi atas dampak lingkungan dari beroperasinya pabrik.

Terkait oknum anggota militer yang diduga membekingi salah satu perusahaan lokal, forbes akan melaporkan secara tertulis AR ke Mabes TNI untuk diperiksa secara profesi dan kode etik.

“Kami akan laporkan ke Pangdam hingga ke Mabes TNI. Praktek ini sudah diluar tugasnya sebagai prajurit yang digaji oleh negara untuk menjaga kedaulatan dan Kamtibmas. Saat diperiksa nantinya akan terlihat, apakah ada kebenaran bahwa oknum anggota militer ini membekingi PT Bintang” kata Akrim.

Redaksi sudah melakukan check and balance, yang dimaksud Puskopad disini adalah koperasi milik Kodam Iskandar Muda yakni Yayasan Kartika.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Project Manager PT Kirana, Anwar Ali membenarkan hal tersebut. Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena kebijakan tersebut dia sebut berasal dari keputusan manajemen PT Kirana di Jakarta.

Anwar Ali memastikan penawaran pihak forbes masuk sebelum adanya keterlibatan oknum anggota militer itu. Ia menegaskan, pihaknya sudah menerima penawaran forbes, tinggal membicarakan persoalan teknis pengangkutan.

“Penawaran Forbes sudah kami acc. Tinggal harga penawaran kami nego. Kemudian manajemen pusat, tiba-tiba mengatakan seluruh jasa angkutan di bawah kendali pihak Puskopad,” kata Anwar Ali.

Anwar Ali juga membenarkan rekanan sub kontrak jasa angkutan yang sedang bekerja dengan pihaknya saat ini masih PT Bintang.

Dia juga tidak tahu apa solusi terbaik terkait hal ini. “Saya tidak bisa apa-apa, karena kewenangan kami terbatas” kata Anwar Ali.

Dihubungi melalui sambungan telpon, owner PT Bintang, H. Mahyudar tidak menanggapi panggilan telpon, untuk menjawab kecurigaan forbes terkait kongkalikong pengangkutan di PT Kirana yang melibatkan oknum anggota militer.

Demikian juga, redaksi belum memperoleh konfirmasi dari pihak Puskopad atau Yayasan Kartika Kodam Iskandar Muda. (zulkifli)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics