BNNK Bengkulu Gelar Rakor dan Launching Sistem Aplikasi Data Rehabilitasi Terpadu

BNN Kota Bengkulu bersama unsur Pemerintah Kota Bengkulu dan mitra kerja BNN.

Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Guna menekan angka pengguna narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu menggelar rapat koordinasi pengembangan dan pembinaan kota tanggap ancaman narkoba instansi pemerintah.

Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos., M.H., mengatakan perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan setengah-setengah, pihaknya gencar melakukan kegiatan tentunya untuk bisa menekan angka pengguna narkoba di Kota Bengkulu.

“Sekali lagi pencegahan narkoba tidak bisa dilakukan pihak BNN sendiri, harus melibat seluruh stakeholder yang ada. Tentu dengan Rakor ini agar keterlibatan dan peran aktif semua pihak untuk melakukan sosisalisasi dan pencegahan terhadap narkoba baik dilingkungan kerja maupun masyarakat bisa dilakukan,” sampai Alex, Selasa (14/09/2021), di Ballroom Hotel Adeeva and Convention, Pantai Panjang Kota Bengkulu.

Selain itu, lanjutnya, pihak BBNK Bengkulu juga melaunching sistem aplikasi data rehabilitasi terpadu “Rafflesia Bersinar” war on drugs. “Ini agar semua data rehabilitasi baik itu rawat inap maupun rawat jalan bisa terintegrasi dan di input dalam satu sistem aplikasi,” jelas Kepala BNNK Bengkulu ini.

Tidak hanya itu, kata Alex, fungsi aplikasi ini juga agar sama-sama bisa mengetahui setiap saat atau setiap bulan berapa orang yang melaksanakan rehabilitasi. “Dengan aplikasi Rafflesia Bersinar ini nanti bisa kita tingkatkan dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat soal rehabilitasi dan P4GN, tetapi untuk saat ini kita fokus melaksanakan integrasi data dulu,” ujarnya.

“Kita berharap aplikasi ini tidak hanya sekedar di launching saja, tetapi harus benar-benar dilaksanakan oleh institusi penerima wajid lapor (IPWL),” harapnya.

Wakil Wali Kota Bengkulu Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M., diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bengkulu Saipul Apandi, S.Sos., mengatakan kondisi pandemi penyalahgunaan terhadap narkotika masih memperihatinkan, dengan Rakor ini diharapkan menjadi salah satu langkah awal terbentuknya penggiat anti narkoba di Kota Bengkulu agar bisa menekan angka pengguna narkoba.

“Permasalahan narkoba ini bukan hanya tanggungjawab pihak kepolisian dan BNN saja, ini menjadi tanggungjawab kita bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Mudah-mudah dengan langkah awal yang baik ini bengkulu bisa bersih dari narkoba,” tutupnya.

Turut hadir dalam Rakor tersebut perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfosan, RSKJ Seoprapto, serta peserta Rakor lainnya. (BM)

banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280" banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.