banner 1028x90

Pemilihan Ketum HMI Semarang Ricuh, Koordinator Tim Caretaker Diduga Tidak Independen

suasana kericuhan saat pemilihan Ketum HMI Semarang pada Jumat (19/11/2021) dini hari tadi (Foto: IST)

SEMARANG, Beritamerdekaonline.com – Konferensi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI ) Cabang Semarang diwarnai kericuhan dan saling pukul antar peserta pada Jum’at dini hari (19/11/2021) di sekretariat HMI Cabang Semarang. Kericuhan terjadi saat memasuki proses pemilihan ketua umum yang dipenuhi dengan protes dari peserta sebab adanya indikasi kecurangan dan keberpihakan dari Koordinator Tim Caretaker PB HMI kepada salah satu kandidat.

Untuk diketahui bahwa Konferensi HMI Cabang Semarang kali ini diambil alih oleh Pengurus Besar (PB) HMI melalui tim caretaker yang dibentuk, sebab kepengurusan HMI Cabang Semarang periode sebelumnya mengalami kemoloran masa jabatan lebih dari dua tahun dan tidak mampu menyelenggarakan konferensi cabang.

Agus (nama samaran) salah satu kader HMI yang menjadi peserta menuturkan bahwa koordinator tim caretaker sudah nampak keberpihakannya sedari awal kepada salah satu calon meski calon tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

“Kami kecewa karena koordinator tim caretaker yang seharusnya independen malah berpihak pada kandidat tertentu, dan mengingkari ketetapan yang telah dibuat oleh mereka sendiri. Itu sangat memalukan. Jauh dari tujuan caretaker,” jelas Agus yang tidak mau disebutkan nama aslinya.

Lebih lanjut Agus menerangkan bahwa percuma dilakukan caretaker kalau prosesnya cacat hukum juga.

“Apa fungsi dari caretaker ini? Malah semakin merusak organisasi dengan memunculkan konflik baru,” jelasnya.

Kericuhan baru bisa reda sesaat setelah Ketua RT setempat datang ke lokasi konferensi karena adanya laporan warga yang merasa terganggu dengan kericuhan tersebut.

“Bisa tenang kembali setelah pak RT datang. Saya merasa malu atas pelaksanaan konferensi ini,” tutur teman Agus yang juga tidak mau disebutkan namanya karena khawatir diintimidasi.

Agus mewakili teman-temannya berharap konferensi bisa diselenggarakan secara fair sesuai aturan yang ada.

“Cukup jalankan konferensi sesuai aturan saja. Itu pasti aman karena ada landasan yuridisnya di AD/ART organisasi. Jangan main-mainin kami,” pungkasnya. (Lim/SAF)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics