DPD Fordayak Bersama Borneo Sarang Paruya Dampingi Ahli Waris Terkait Pengrusakan Makam Leluhur Oleh PT Sungai Rangit Sampoerna Agro Tbk

KOBAR, Beritamerdekaonline.com – Masyarakat Dayak khususnya Kalimantan Tengah masih kental dengan adat serta sangat menjunjung tinggi nilai – nilai budaya leluhur Nenek moyangnya.

Hal ini dapat dilihat di beberapa tempat salah satunya di Desa Sumber Mukti kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) Kabupaten Kobar adanya Keramat, makam leluhur, peninggalan bersejarah, serta adat istiadat yang selalu dijaga dan dilestarikan secara turun temurun.

“Dengan menjaga dan melestarikan nilai budaya adat dan istiadat membuat masyarakat Dayak hidup rukun damai dan jauh dari sifat permusuhan antar sesama dan juga terhadap Suku lain,” turur Ketua DPD Fordayak Kobar Kristianto D Tunjang yang akrab disapa Deden kepada awak media ini, Kamis (19/05/2022).

Deden mengatakan, masalah perusakan makam leluhur yang 9 makam isinya 10 jasad di Desa sumber Mukti Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat oleh pihak perusahaan PT Sungai Rangit Sampoerna Agro Tbk, sampai sekarang belum terselesaikan.

“Karena kami penerima Kuasa dan pelimpahan dari 5 ahli waris belum pernah tau adanya menandatangi suatu surat apapun tentang penyelesaian perusakan makam leluhur itu sampai sekarang,” tegas Deden.

Konsultan Hukum Franky Anggriawan, S.H., M.Kn, saat mendampingi Saudara Unin perihal panggilan pemeriksaan dan klarifikasi atas laporan dugaan tidak tepatnya penerima dana kompensasi Ahli waris perusakan Makam leluhur yang berada di Desa Sumber mukti oleh Pihak Perusahaan PT Sungai Rangit Sampoerna Tbk, dan pemalsuan tanda tangan berdasarkan surat pengaduan saudari Unin tertanggal 27 April 2022.

Dia mengatakan, dalam hal ini pihaknya sangat berterimakasih kepada kepolisian yang telah profesional dalam menindak lanjuti laporan saudari Unin.

Dia menambahkan, Saudara Unin tidak ada menerima uang kompensasi sebagai Ahli waris terkait perusakan makam leluhur di Desa sumber mukti yang masuk di wilayah kabupaten Kotawaringin Barat.

“Hal ini sangat merugikan sekelompok masyarakat yang mana bisa memicu konflik seakan-akan Ahli waris telah menyetujui dan menerima uang kompensasi padahal tidak sama sekali,” terang Franky.

Dia menegaskan, oknum yang memalsukan tanda tangan sangat tega sekali karena semata-mata untuk kepentingan pribadi mengatasnamakan salah satu Ahli Waris. (Ronny)

banner 700x280 banner 700x280 banner 700x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.