Kasus Bullying Peserta Didik Jadi Pembelajaran Pemangku dan Pelaksana Kebijakan Pendidikan

Ketua Dewan Pendidikan kota Semarang Dr Drs Budiyanto, SH, M.Hum beserta Tim saat monitoring menyikapi kasus bullying di Satpen di kota Semarang

SEMARANG, Beritamerdekaonline.com – Kasus perundungan (Bullying) yang dilakukan beberapa peserta didik salah satu satuan pendidikan (Satpen) di Kota Semarang terhadap salah seorang temannya beberapa waktu lalu hendaknya dapat dijadikan pembelajaran bagi para pemangku dan pelaksana kebijakan pendidikan.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) Dr Drs Budiyanto, SH, M.Hum mengatakan, sebaiknya berbagai pihak hendaknya bersikap menahan diri dan tidak larut dalam suasana emosional, apalagi dalam upaya mencari solusi agar kasus itu tidak terulang.

“Setelah tim DPKS melakukan monitoring dan bertemu dengan kepala satuan pendidikan bersama para guru, diperoleh informasi bahwa latar belakang atau hal yang menjadi penyebab terjadinya kasus itu sangat kompleks sekali,” kata Budiyanto di Semarang, Selasa (31/5/2022).

Budiyanto memaparkan, faktor lingkungan tempat tinggal sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap dan karakter peserta didik, selain itu faktor kondisi keluargapun juga turut mempengaruhinya sehingga sampai muncul kasus itu.

Bahkan, lanjut Budiyanto, bisa jadi karena faktor kebijakan penangangan Covid-19 di ranah pendidikan juga turut andil, terlalu panjangnya masa pembelajaran di rumah menjadikan peserta didik sangat minim dalam memperoleh keteladanan dari para pendidik di lingkungan satpen.

Baca Juga:

 

Dia menambahkan, hasil monitoring yang dilakukan pihaknya pada hari Jum’at (27/5) lalu di satpen tempat peserta didik yang terlibat kasus bullying menjalani pembelajaran akan didalami dan dikaji untuk dirumuskan menjadi beberapa poin rekomendasi yang akan disampaikan kepada Wali Kota dan para pemangku kebijakan pendidikan di Kota Semarang.

Belajar dari kasus ini tegasnya, para pimpinan satpen bersama para guru dan masyarakat hendaknya saling mawas diri dan introspeksi karena tanggung jawab mendidik anak bangsa menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pada institusi satpen saja.

Karena itulah maka kerjasama dan komunikasi antara pemangku dan pelaksana kebijakan pendidikan bersama orang tua peserta didik dan masyarakat perlu diintensifkan untuk menutup celah-celah berkembangnya potensi kenakalan peserta didik .

Ia menghimbau kepada para kepala satpen dan guru agar tidak mengendor semangatnya dalam berkontribusi mewujudkan satpen-satpen di Kota Semarang sebagai sekolah ramah anak yang telah dideklarasikan beberapa waktu lalu.

“DPKS mengajak masyarakat kota Semarang, sesuai dengan peran, tugas dan fungsinya tetap terus mengawal agar satpen-satpen mampu mewujudkan diri sebagai sekolah ramah anak sebagaimana yang diharapkan,” urainya. (lim)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *