Ekbis  

BPH Migas dan Bareskrim Mabes Polri Amankan Jutaan Liter Sepanjang 2022

Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kerjasama dengan Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) berhasil mengamankan barang bukti 1,4 juta liter BBM subsidi dari tindak pidana penyalahgunaan selama rentang tahun 2022.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati menyampaikan dalam keterangan pers bahwa angka pengungkapan oleh pihak Bareskrim Polri tersebut cukup signifikan.

“Selama kurun waktu 2022 telah berhasil diamankan BBM berdasarkan keterangan ahli yang diberikan oleh keterangan ahli BPH Migas, jumlah yang berhasil diamankan itu mencapai 1.422.263 liter,” kata Erika di kantornya Jakarta,,Selasa tadi (3/1/2023).

Disampaikannya dari 1,4 juta liter BBM subsidi yang diamankan, paling dominan adalah jenis solar subsidi.

“Jenis barang bukti yang dominan adalah BBM solar subsidi itu jadi bagian terbesar dari barang bukti yang berhasil diungkap,” tuturnya.

Selain itu, kata Erika ada kasus tangkap tangan yang dilakukan dari beberapa modus.

Seperti modus ‘helikopter’ di mana ada mobil yang sengaja dioperasikan untuk menampung BBM subsidi dengan keluar masuk SPBU.

Para pelaku penyalahgunaan BBM subsidi ini akan mengganti pelat nomor kendaraan mobil yang digunakan dan kemudian kembali mengisi BBM pada SPBU.

Ada juga modus dengan memodifikasi tangki bahan bakar.

“Dia biasanya akan mengganti nomor polisinya, atau keliling beberapa SPBU mengumpulkan solar subsidi untuk kemudian diletakkan di suatu tempat,” jelasnya.

BPH Migas menyampaikan pengungkapan kasus ini akan sangat membantu dalam mengurangi penyalahgunaan BBM subsidi. di mana pemerintah telah menganggarkan subsidi tersebut dalam APBN.

“Pengungkapan ini sangat membantu dalam mengurangi penyalahgunaan BBM subsidi yang subsidinya telah dianggarkan pemerintah dalam APBN,” kata dia.

Di waktu yang sama, Kabareskrim Polri, Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, menegaskan peran masyarakat sangat penting untuk memberikan informasi apabila terdapat penyimpangan penyalahgunaan pendistribusian bahan bakar minyak (BBM). Karena saat ini tidak ada yang bisa lepas dari media sosial yang kekuatannya luar biasa.

“Oleh karena itu, kami mohon, kalau ada yang seperti itu (penyimpangan bbm) di media kan saja. Pasti akan kita tindaklanjuti,” tutup eks Kabaharkam ini.(@ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *