Keluarga Korban Minta Polres Aceh Barat Mengungkap Pelaku Begal

ACEH BARAT, Beritamerdekaonline.com – Baru-baru ini Kepolisian Resort Aceh Barat memberikan keterangan persnya membantah bahwa kasus yang semula dilaporkan pembegalan dan perampokan dikawasan Ateung Teupat, Kecamatan Woyla, ternyata tidak demikian. Polres menyatakan peristiwa yang terjadi bulan lalu, adalah murni kecelakaan tunggal.

Sementara itu, pihak keluarga korban meninggal dunia yakni Noralita, justru membantah kembali keterangan Polres tersebut.

Rendi perwakilan keluarga korban dan didampingi ayah kandung korban, Mukhlis dalam keterangannya menyatakan bantahannya dihadapan awak media, Jumat (3/11/2023).

Menurut perwakilan keluarga korban Rendi, kejadian yang menimpa Noralita adalah murni tindakan pidana pembegalan dan perampokan.

“Kejadiannya kami yakini adalah pembegalan dan perampokan. Bukan kejadian seperti yang diterangkan pihak Kepolisian yaitu kecelakaan tunggal,” kata Rendi.

Kalau memang kecelakaan tunggal, menurutnya pasti sepeda motor korban rusak dan lecet karena terjatuh. Tetapi sepeda motor yang dikendarai korban, tidak terjadi mengalami kerusakan apapun.

“Untuk itu kami dari pihak keluarga korban kembali meminta kepada kepolisian Polres Aceh Barat untuk mengungkap kasus yang menimpa kerabat kami. Kami berkeyakinan bahwa kasus ini bukan kecelakaan tunggal tetapi kasus pembegalan dan perampokan,” ungkapnya.

Pihak keluarga mengultimatum Polres Aceh Barat dengan mengadukannya ke Polda Aceh, bilamana tidak mengungkap kembali kasus itu.

“Dan apabila kasus ini tidak ditangani serius lagi oleh pihak Polres Aceh Barat kami akan melaporkan kasus perampokan yang menimpa kerabat kami ke Polda Aceh, untuk ditindaklanjuti dan diproses kembali,” katanya.

Sebelumnya, Pihak Polres Aceh Barat melalui Wakapolres Kompol Iswahyudi yang didampingi Kasat Reskrim Fachmi Suciandy dan Kasi Humas Mawardi saat konferensi pers dengan sejumlah awak media menyebutkan bahwa kasus yang terjadi di Ateung Teupat murni kecelakaan tunggal, bukan pembegalan ataupun perampokan.

“Kasus di Ateung Teupat lintas jalan Meulaboh -Woyla murni kecelakaan tunggal, berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan saksi,” ungkap Wakapolres kala itu.

Dikatakan bahwa kejadian yang menimpa Noralita hingga meninggal dunia bersama rekannya Lilis (20) yang saat ini dalam keadaan selamat, sempat menghebohkan masyarakat.

Berbagai spekulasi muncul ditengah masyarakat bahwa kasus itu adalah kasus pembegalan dan perampokan.

Adapun informasi yang beredar terkait hal tersebut, pihak kepolisian setelah melakukan penyelidikan serta berdasarkan pengakuan Lilis korban selamat kepada penyidik.

“Akhirnya terungkap bahwasanya kejadian tersebut murni lakalantas tunggal dan menurut Lilis ini hanya rekayasa dirinya, dikarenakan pada saat itu dirinya panik dan takut dimarahi oleh orangtuanya,” kata Lilis yang dihadirkan dalam konferensi Pers tersebut.

Saat diwawancarai wartawan Lilis membenarkan bahwa kejadian yang menimpa dirinya dan Noralita murni kecelakaan dan bukan diakibatkan oleh pembegalan ataupun perampokan, terang Lilis.

 

(Almanudar)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics