Polresta Yogyakarta Ungkap Kasus Obat Terlarang Di Awal April 2024

YOGYAKARTA, BERITA MERDEKA Online – Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya (Obaya) di awal bulan April. Dua orang tersangka diamankan dengan total barang bukti 1.280 butir psikotropika dan 211.978 butir obaya.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan tersangka BCW (23) di wilayah Sewon, Bantul pada tanggal 2 April 2024.

“Dari hasil penggeledahan terhadap tersangka BCW, ditemukan 4.300 butir pil warna putih, 90 butir pil psikotropika Alprazolam 1 mg, dan 90 butir pil psikotropika Alprazolam 1 mg,” ungkap Kombes Pol Adityam Sabtu (6/4/2024).

Berdasarkan informasi dari BCW, polisi kemudian menangkap tersangka AP (39) di wilayah Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah pada hari yang sama. Dari AP, ditemukan 1.000 butir pil warna putih, 200 butir pil trihexyphenidyl, dan 190 butir pil psikotropika Alprazolam 1 mg.

AP mengaku mendapatkan pil tersebut dari seseorang bernama MA di wilayah Kartosura. Namun, saat polisi mendatangi kediaman MA, dia tidak ditemukan.

Polisi menemukan beberapa barang bukti di kediaman MA, termasuk 8.350 butir pil trihexyphenidyl, 148.126 butir pil warna putih, 180 butir pil psikotropika kamlet Alprazolam 1 mg, dan lainnya.

MA kini ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), sedangkan BCW dan AP telah ditahan di Polresta Yogyakarta.

“Tersangka BCW dan AP dijerat dengan pasal berbeda dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara dan denda miliaran rupiah,” jelas Kombes Pol Aditya.

Polisi masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman kasus ini untuk menangkap MA dan memutus jaringan peredaran obat berbahaya dan psikotropika. (TIM)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics