Mediasi Polsek Lebong Atas Berhasil Mendamaikan Dua Pelajar yang Terlibat Perkelahian

Mediasi Polsek Lebong Atas Berhasil Mendamaikan Dua Pelajar yang Terlibat Perkelahian

Lebong, beritamerdekaonline.com – Dua pelajar, Su (18) dan VA (13), yang berasal dari sebuah desa di Kecamatan Lebong Atas, Kabupaten Lebong, terlibat dalam sebuah perselisihan yang berujung pada perkelahian pada Jumat (8 Juni 2024). Insiden ini mengundang perhatian masyarakat dan pihak kepolisian setempat.

Menyikapi kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Lebong Atas Polres Lebong Polda Bengkulu, Bripka Raden Syahbana, segera mengambil langkah proaktif dengan melakukan mediasi untuk mendamaikan kedua belah pihak yang berselisih. Mediasi ini dilaksanakan di ruang Polsek Lebong Atas pada Selasa (11 Juni 2024).

Kapolres Lebong Polda Bengkulu, AKBP Awilzan, melalui Kapolsek Lebong Atas, Iptu Nur Huda, menyatakan bahwa mediasi ini berhasil membawa kedua belah pihak untuk berdamai. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk tidak mengulangi tindakan serupa di masa mendatang. “Dari hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat berdamai dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya,” ungkap Iptu Nur Huda.

Selain menyepakati perdamaian, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kepada kedua orang tua dari Su dan VA untuk memberikan pembinaan yang lebih baik kepada anak-anak mereka. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan. “Kami mengimbau agar kedua belah pihak yang berdamai tidak mengulangi perbuatan tersebut dan meminta kepada orang tua untuk memberikan pembinaan yang lebih baik kepada kedua anak tersebut,” lanjut Iptu Nur Huda.

Pendekatan problem solving yang dilakukan oleh Polsek Lebong Atas ini merupakan contoh bagaimana penanganan konflik dapat dilakukan melalui mediasi dan dialog. Langkah ini tidak hanya menyelesaikan masalah secara langsung tetapi juga mengedepankan perdamaian dan harmoni di tengah masyarakat.

Bagi Su dan VA, pengalaman ini diharapkan dapat menjadi pelajaran penting. Selain mendapatkan pembinaan dari keluarga dan pihak sekolah, keduanya juga diajak untuk lebih bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat dan konflik. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat tumbuh menjadi individu yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Mediasi yang dilakukan oleh Polsek Lebong Atas berhasil mendamaikan dua pelajar yang terlibat perkelahian. Langkah ini tidak hanya menyelesaikan konflik tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang pentingnya komunikasi, perdamaian, dan peran aktif orang tua dalam pembinaan anak-anak. Dengan adanya pendekatan problem solving ini, diharapkan masyarakat dapat hidup dalam harmoni dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan konflik.

Langkah proaktif yang diambil oleh Bripka Raden Syahbana dan Polsek Lebong Atas menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak hanya tentang penindakan tetapi juga tentang penyelesaian konflik secara damai dan konstruktif. Ini adalah contoh yang baik bagi kepolisian di seluruh Indonesia dalam menangani kasus-kasus serupa di masa depan.

Melalui pendekatan yang humanis dan dialogis, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian akan semakin meningkat, sehingga tercipta kerjasama yang baik antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.(KGAI-G)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *