Goro Perbaiki Jembatan Gantung, Ini Harapan Warga ke Pemerintah

Kaur, Beritamerdekaonline.comWarga Desa Air Kering, Kecamatan Padang Guci Hilir, Kabupaten Kaur, bergotong royong memperbaiki jembatan gantung yang menghubungkan permukiman mereka dengan lahan pertanian. Jembatan sepanjang lebih dari 60 meter ini merupakan akses vital bagi warga menuju perkebunan kelapa sawit, kopi, pala, serta persawahan yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Rimpian (46) dan Bambang Supino (52), warga setempat, menyampaikan bahwa gotong royong ini dilakukan oleh seluruh masyarakat Padang Guci Hilir serta para pemilik lahan di seberang sungai Padang Guci. “Lantai jembatan gantung ini sudah rusak parah dan tidak layak dilalui. Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika tidak segera diperbaiki,” ujar Rimpian pada Selasa, 9 Juli 2024.

Selama ini, perbaikan jembatan dilakukan secara swadaya oleh warga dengan dana seadanya. Rimpian menambahkan, “Kami sudah beberapa kali memperbaiki dasar jembatan yang terbuat dari papan kayu secara gotong royong. Namun, karena kayunya sudah lapuk dan patah, kami harus terus melakukan perbaikan.”

Kondisi jembatan yang sudah sangat memprihatinkan ini membuat warga sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah. “Kami sangat berharap jembatan ini bisa dibangun secara permanen oleh pemerintah. Pemerintah Kabupaten Kaur dan Provinsi Bengkulu sebenarnya sudah pernah menjanjikan perbaikan, tapi hingga kini belum ada respon,” jelas Rimpian, yang juga merupakan salah satu inisiator gotong royong perbaikan jembatan gantung ini.

Gotong royong ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki jembatan, tetapi juga untuk mempermudah akses warga, terutama para petani, dalam mengangkut hasil pertanian mereka. “Mayoritas warga di sini adalah petani. Jembatan ini sangat penting bagi mereka untuk menuju lahan produksi. Meski jembatan ini sudah dibangun melalui gotong royong, kami tetap waspada saat melintas, terutama ketika membawa hasil pertanian dengan kendaraan,” ungkap Rimpian.

Warga Desa Air Kering dan sekitarnya telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan jembatan, namun hingga kini belum ada respon dari pihak pemerintah. “Bukan hanya pemerintah desa, kami juga sudah memohon bantuan kepada pemerintah kabupaten dan provinsi, tapi belum ada tanggapan,” kata Rimpian.

Jembatan gantung ini merupakan sarana penting bagi keberlangsungan kehidupan ekonomi warga Desa Air Kering dan sekitarnya. Tanpa jembatan ini, akses menuju lahan pertanian akan sangat terganggu, dan ini akan berdampak besar pada penghasilan para petani. “Kami sangat berharap pemerintah bisa segera membangun jembatan yang permanen, supaya para petani bisa melintas dengan aman dan nyaman menuju lahan produksi mereka,” ujar Rimpian dengan penuh harap.

Keadaan ini menunjukkan pentingnya perhatian dari pemerintah terhadap infrastruktur pedesaan yang vital bagi kehidupan masyarakat. Jembatan gantung di Desa Air Kering bukan hanya sebuah sarana penghubung, tetapi juga tulang punggung perekonomian warga setempat. Dengan adanya jembatan yang layak, warga tidak perlu khawatir lagi saat melintasi sungai, terutama saat membawa hasil panen mereka.

Dalam situasi ini, gotong royong yang dilakukan oleh warga Padang Guci Hilir menjadi bukti kuatnya solidaritas dan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi masalah. Namun, mereka juga membutuhkan dukungan dari pihak yang berwenang untuk memastikan keberlanjutan dan keamanan jembatan tersebut. “Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan dan membantu membangun jembatan ini secara permanen. Ini bukan hanya demi kenyamanan, tetapi juga demi keselamatan kami semua,” tutup Rimpian.

Dengan perbaikan jembatan yang dilakukan secara gotong royong, diharapkan warga dapat tetap beraktivitas dan mengangkut hasil pertanian mereka dengan lebih mudah dan aman. Namun, dukungan dan perhatian dari pemerintah sangat dibutuhkan agar jembatan gantung ini dapat segera dibangun dengan konstruksi yang lebih permanen dan aman bagi semua warga.

Semoga harapan warga Desa Air Kering akan perbaikan jembatan ini dapat segera terwujud, dan pemerintah bisa lebih responsif terhadap kebutuhan infrastruktur di pedesaan. Dengan begitu, kehidupan masyarakat dapat berjalan lebih baik dan kesejahteraan mereka semakin meningkat. (herpin)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *