Berita Merdeka Online, Surabaya – Sebagian dari anda mungkin mengira, dua Politisi Senior Kader Partai Gelora. Adalah orang yang memanggul bantuan itu lagi action pencitraan. Kebetulan itu wajah Ketua DPW Jatim Partai Gelora . Muhammad Sirot . dan pakde hamy politikus Senior handal dulu bertempat bersemayam di sebelah.
Saya tak menampik dikatakan pencitraan, karena memang didepan saya ada relawan Blue Helmet yang lagi mengabadikan momen. Meski Itu Kebetulan saja, karena saya tidak menyiapkan photografer khusus sebagaimana kebiasaan politisi.” terang Gus sirot Orang-orang memangilnya
Jarak antara jalan raya dengan rumah warga yang terdampak Erupsi Gunung Semeru Lumajang , memang agak jauh, sementara mobil tidak bisa masuk karena jalan setapak, sehingga relawan harus memanggul bantuan.
Saya dan Pakde hamy merasa tidak enak kalau jalan lenggang kangkung tanpa bawa apa apa. Saya tidak mau dianggap politisi rasa juragan. Makanya kami ikut membawa bantuan.
Kegiatan rescue, melayani pengungsi, memanggul bantuan sebenarnya pekerjaan yang sangat akrab dilakukan sejak 1998 hingga 2004, sebelum terjun di dunia politik dan terpilih sebagai anggota DPRD prop Jatim.
Pakde Hamy aktif di salah satu lembaga kemanusiaan. Mulai menghimpun dana hingga menyalurkan kepada yang berhak menerima diwilayah Erupsi Gunung Semeru Lumajang ..
Bahkan, kami sering membantu awal pendirian lembaga lembaga kemanusiaan di Indonesia. Seperti Dompet Daruttauhid peduli, Rumah Zakat Indonesia juga mendirikan Kotak Amal Indonesia dan DQ ( Domper Quran) Indonesia. Serta membantu menscale up ACT bersama Pakde Hamy.” terang ketua DPW Jatim .
Memanggul bantuan, bukan bagian dari pencitraan tetapi memang nafas perjuangan kemanusiaan. Jika dalam pekerjaan kemanusiaan ada effect pencitraan ya alhamdulillah…itu Imbuh teko gusti Allah.
melansir dari FB Muhammad Sirot
Editor : Agus Sulaiman




Tinggalkan Balasan