Agen Gas Elpiji Subulussalam Diduga Ingkar Janji, Pangkalan Merugi

0
1894
Foto : Mhd. Haryono

Subulussalam, beritamerdekaonline.com –Sejumlah warga masyarakat desa Sepadan Kecamatan Runding Kota Subulussalam khususnya pengguna Gas Elpiji 3 Kilo Gram bersubsidi merasa resah akibat selama sebulan lebih Gas Elpiji 3 kilo gram di wilayah itu kosong total. 

“Timbulnya keresahan warga pengguna gas elpiji 3 kilogram dan timbulnya kerugian pihak pangkalan, diduga kuat akibat pihak agen ingkar janji” ucap Mhd. Haryono kepada  beritamerdekaonline.com  mewakili pengurus BUMK Sepadan Jaya di kediamannya di Desa Sepadan krcamatan Runding Kamis, (16/09/2021).

Menurut Haryono, setiap Dua hari, sebanyak 100 biji tabung Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi (plus isi) harus masuk ke desa Sepadan melalui BUMK (Badan Usaha Milik Kampong) Sepadan Jaya selaku pangkalan Gas Elpiji di desa itu. 

Pasalnya, kata dia, pada tanggal 31 Januari 2018, dirinya sebagai pangkalan atas nama BUMK Sepadan Jaya selaku pihak Pangkalan telah membuat perjanjian (MoU) dengan PT.Laut Tawar Beuna Gas selaku Agen Gas Elpiji 3 kilo gram bersubsidi, di Subulussalam dengan segala bentuk butir butir yang harus di jalankan. 

Ada pun butir butir perjanjian tersebut, sambung dia, antara lain: Pertama, BUMK Sepadan Jaya telah membayar dana defosit senilai Rp 10.250.000,-  Kemudian uang jaminan Rp 25.000.000,- dan pembayaran harga 200 biji tabung gas 3 kilo gram

serta perlengkapan lainnya senilai Rp 64.750.000,- 

Di antara perjanjian itu lagi, kata Haryono, di dalamnya tertuang sebanyak 200 biji tabung gas elpiji berat 3 Kg bersubsidi plus isi adalah jatah untuk BUMK Sepadan Jaya, dengan kesepakatan, bahwa pihak PT Laut Tawar Beuna Gas tetap bersedia mengantar sebanyak 100 tabung gas 3 Kilo gram plus isi setiap  Dua hari secara aflusan ke desa Sepadan. 

Ironisnya, lanjut Haryono, sejak di buatnya perjanjian tersebut, pihak PT. Laut Tawar Beuna Gas hanya mengantar isi (Gas) saja, sehingga pihak BUMK Sepadan Jaya sibuk dan susah mencari pinjaman tabung gas 3 kilo gram agar isi tabung (gas) tersebut di turunkan oleh pihak agen. 

“Atas perjanjian tersebut, pangkalan BUMK Sepadan Jaya memiliki jatah  sebanyak 100 tabung gas 3 Kilo Gram bersubsidi setiap Dua hari sekali, akan tetapi, sejak tanggal 19 Januari 2021, pihak PT Laut Tawar Beuna Gas selaku agen tidak lagi mengantar gas ke pangkalan kami” ujar Haryono.

Anehnya lagi, cetus Haryono, setelah dirinya mepertanyakan tentang 200 biji tabung  gas 3 kilo gram yang sudah di bayar pada tanggal 31 Januari 2018 lalu, akhirnya pihak agen dari PT. Laut Tawar Beuna Gas Subulussalam, tidak lagi mengantar isi tabung (gas) yang merupakan jatah pangkalan BUMK Sepadan Jaya. 

“Saya sangat berharap kepada pihak management Pertamina pusat, untuk dapat menanggapi secara serius atas keluhan masyarakat khusus nya konsumen, serta kerugian BUMK Sepadan Jaya yang diduga di timbulkan oleh pihak PT. Laut Tawar Beuna Gas” harap Haryono. 

Menanggapi keluahan pihak BUMK Sepadan Jaya selaku pangkalan,  Ramli selaku Wakil Direktur PT. Luat Tawar Beuna Gas Subulussalam di hubungi beritamerdekaonline.com via aplikasi WhatsApp secara terpisah mengatakan, pihaknya tidak mengenal atas nama Mhd Haryono. Yang mereka ketahui adalah nama Mulyanto (alm) bertindak sebagaii Pangkalan melalui BUMK Sepadan Jaya yang merupakan sebagai kepala desa Sepadan membuat perjanjian dengan Usuluddin (alm)  sebagai pimpinan PT. Laut Tawar Beuna Gas. 

“Kami terkejut, kok sekarang ada nama lain selain nama Alm. Mulyamto. Kendati demikian, kami selalu menunggu pihak BUMK Sepadan Jaya agar bisa menemui pihak PT.Laut Tawar Beuna Gas untuk membahas hal hal yang menjadi sumber persoalan ini” pesan Ramli. (Pundeh)

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here