BNNK Bengkulu Musnahkan 4,33 gram Barang Bukti Narkotika jenis Sabu

0
690
Pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 4,33 gram.

Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bengkulu menggelar pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 4,33 gram.

Kepala BNN Kota Bengkulu AKBP Alexander S. Soeki, S.Sos., M.H. mengatakan berdasarkan surat perintah pemusnahan barang bukti narkotika yang dikeluarkan dari pihak Kejari Bengkulu dan juga untuk menghindari penyelewengan barang bukti narkotika, BNN Kota Bengkulu bersama mitra kerja melakukan pemusnahan barang bukti narkotika.

“Hari ini kita melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu milik tersangka inisial RBS warga kota Bengkulu, dia (RBS,red) bertindak sebagai pengedar dengan sabu yang ditemukan seberat 4,33 gram,” kata Alex, di kantor BNN Kota Bengkulu, Jumat (9/07/2021) pagi.

Pengungkapan dan penangkapan ini, kata Alex, bermula adanya laporan dari masyarakat bahwa RBS merupakan pengedar narkotika, dan RBS terus dipantau oleh tim pemberantasan BNN Kota Bengkulu selama satu bulan terakhir.

“Memang saat ini sindikat peredaran narkotika di kota Bengkulu akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan, terbukti dari banyaknya pengungkapan kasus narkotika yang telah dilakukan tim kami dan kepolisian,” ungkap Kepala BNNK Bengkulu.

“Untuk RBS ditangkap hari Rabu tanggal 9 Juni 2021dikediaman di Perumahan Puri Mas, Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu, kota Bengkulu, dari hasil penggeledahan dirumah tersangka berhasil ditemukan 31 plastik klip bening berisikan narkotika jenis sabu siap edar, satu unit timbangan digital, dan satu unit handphone dan sim card,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, lanjut Alex, RBS tidak bekerja sendiri dalam mengedarkan narkotika jenis sabu, melainkan bekerja sama dengan teman tersangka yang merupakan warga binaan di Lapas Kelas IIA Bentiring Kota Bengkulu dengan inisial PN telah ditetapkan sebagai tersangka dan masih dalam proses penyidikan.

“Kita sudah koordinasi dan kerja sama dengan pihak Lapas sehingga bisa mengamankan tersangka PN. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih juga kepada Lapas Kelas IIA Bentiring Bengkulu atas kerja itu bisa mengungkapkan ada warga binaan yang mengendalikan barang haram ini dari dalam Lapas,” ujar Alex.

Lanjutnya, berkas RBS sendiri telah P21, dikenakan pasal 114 ayat (1) “jo” pasal 132 ayat (1) “sub” pasal 112 ayat (1) “jo” pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukum minimal lima tahun pidana penjara.

“Ini menunjukkan walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19 perang melawan narkoba tetap lebih kita giatkan. Mudah-mudahan kedepannya Bengkulu bisa bersih dari narkoba,” harap Kepala BNNK Bengkulu.

Turut hadir dalam pemusnahan barang bukti narkotika Panasehat Hukum BNN Kota Bengkulu, BPOM, Kejari, perwakilan Kabid Berantas BNN Provinsi Bengkulu. (BM)

"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here