Bupati Aceh Tengah Sebut Virus Corona Dengan Penyakit Laya Atau Ta’un

0
641
Foto : Bupati Aceh Tengah Drs. Shabela Abubakar

Takengon, Berita Merdeka Online – Bupati Aceh Tengah Drs Shabela Abubakar menyatakan bahwa untuk penyebutan nama penyakit Covid -19 di masing- masing daerah terutama di Gayo harus memasukan bahasa Gayo agar masyarakat cepat memahami dan mengerti.

” Banyak orang tua kita seperti, emak-emak, paman yang berusia lanjut, mereka tak mengenal apa itu virus atau corona sehingga enggan cepat berobat, tapi kalau kita sebut bahasa lain seperti penyakit Laya, pakan Laya mereka mungkin akan mengerti ” kata Bupati Aceh Tengah itu, kepada wartawan, Senin (30/5/2021) di ruang kerjanya di Takengon.

Di Jelaskan nya, masih banyak orang tua kita, bahkan masyarakat yang tidak memahami arti virus bahkan ada diantara mereka yang kurang percaya terhadap penyakit Covid- 19 ini, walau pun sudah banyak contoh- contoh melalui Media Sosial dan telivisi ditanyangkan bahaya penyakit Covid itu.

Namun, kita tidak boleh menyerah begitu saja akan tetapi kita harus pergunakan bahasa lokal untuk penyebutannya, ” Kalau saya sering sebut penyakit ini dengan sebutan penyakit Laya sedang menimpa dunia bahkan negeri kita, karenanya kita harus waspada dan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah kepada kita” kata Shabela.

Dilain sisi sebut Bupati, kita tidak menyadari bahwa imun di dalam tubuh jelas ada yang kuat dan lemah

” Kalaulah ada orang meninggal belum diperiksa atau diswab, sementara dia (zenajah ) positip covid, lalu oleh orang yang tidak tau datang melayat kemudian mayat tadi dimandikan, dikapanni lau di shalatkan dan dikuburkan, baik anggota keluarga maupun masyarakat yang melayat balik berumah masing- masing, terus gimana apa enggak kena juga virus tersebut, ini tergantung pada imun orang anngota keluarga masing- masing, ini salah satu klaster (Pembawa) virus, makanya waspada itu penting, kata Shabela.

Lalu bagaimana, memastikannya apakah mayat atau zenajah tersebut dikonfirmasi atau tidak, pertama riwayat perjalanan orang meninggal tadi, diperiksakan ke puskesmas atau Rumah Sakit kalau ada gejala sakit, Sediakan Prastamol atau sejenisnya obat penurun suhu badan dan usaha lainnya, jangan berpergian atau berinteraksi dengan orang selama seminggu atau lebih, untuk memastikan semua itu silakan menghubungi dokter atau bidan desa, atau paling tidak kita menyakini gejala yang dirasakan tadi sudah hilang, sebutnya.

Sebagai pemberitahuan kepada masyarakat silakan datang ke puskesmas atau rumah sakit bila ingin diswab atau di faksin, sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah, usahakan terjadwal untuk penyuntikan vaksin tahap pertama baru vaksin yang kedua, cuma berselang 15 hari, katanya, sembari menyebutkan bahwa untuk penyuntikan vaksin covid_19 , pemerintah Aceh Tengah sudah mengintruksikan kepada Camat dan Kepala Kampung terkait penyuntikan vaksin ini

” Silakan datang mendaftarkan disri untuk di vaksin ke RS Datu Beru dengan membawa photo Copy KTP dan KK, tentu sesuai dengan mengikuti jadwal yang telah ditentukan” terangnya. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here