DAMPAK SOSIOLOGIS KEMELUT DI PARTAI DEMOKRAT

0
8681
Foto : Dekan fak Fisipol UWM

Jogjakarta, Beritamerdekaonline.com – Di siang hari yang terik namun tetap sejuk di halaman Fisipol UWM, team BM jogja berkesempatan mewawancarai Dekan Fisipol UWM, Dr.AS.Martadani,M.A.

Selamat siang pak, ouh ya siang silahkan duduk, kata Martadani. Team BM menanyakan dampak sosiologis dari perebutan kekuasaan di partai Demokrat. AS.Martadani mengulas lebih dalam,ketika suatu organisasi mendapat serangan dari luar maka yang terjadi adalah konsolidasi ke dalam semakin menguat, namun ada yang mental keluar dan inilah yang ikut kekuatan di luar. Akan terjadi penguatan pada AHY kalau AHY mampu merumuskan strategi penyelesaian intern partai kalau tidak akan jatuh, ungkap Dani.

Kematangan berpolitik dan soft skill leadership di pertaruhkan di sini, memang belum saatnya AHY mengatasi masalah ini namun kalau bisa maka AHY akan meloncat ke level semakin menguat kepercayaannya.” imbuh Dani.

Ada dua hal yang di pertaruhkan AHY, yaitu Kepemimpinan dan Solidantitas. Dampak sosiologis dari gonjang ganjing ini semakin terganggunya perkembangan Demokrasi, misalnya Tidak ada ijin KLB versi Moeldoko,membuat Masyarakat bertanya cocok/tidak Demokrasi kita ini?
Bagaimana peran Pemerintah dalam stabilitas politik, mis KLB.

Kalau sudah menyangkut Stabilitas politik, Presiden harus mengambil sikap kalau KLB di terima akan menjadi pembenaran pengambilan partai,orang bisa mengambil partai mana saja tanpa kerja keras dari awal dan akan menjadi justifikasi pengambilan partai.papar Dani.

Aspek domino hal ini bisa terjadi di daerah dan terganggu stabilitas politik di daerah.Hati-Hati…

Pada akhir pembicaraan Dr.Dani mengatakan kita tunggu gonjang ganjing ini, sampai Pemerintah pusat mengambil tindakan.

Tetap jaga kesehatan dengan mematuhi Prokkes.

Penulis : Agus Yogyakarta

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here