Dedi Tato Mantan Preman yang Sukses Jadi Perangkat Desa

0
264

Beritamerdeka.com, Majalengka –Preman pensiun, mungkin kalimat itu patut Disebutkan kepada Dedi yang sering panggil Dedi Tato, diahiran di Desa Padaherang Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka Propinsi Jawa Barat. Dedi yang di besar oleh Ibu Kota Jakarta Keturunan Baduy Dalam, Dunia premanisme yang kelam Selama puluhan tahun berhasil Ditinggalkannya pada 2007 silam dan kini inya mengabdikan diri untuk masyarakat di tanah Kelahirannya.”

Ditemui di kantornya, Rabu (15/09/2021), Dedi menceritakan kehidupannya mulai dari menjadi preman hingga akhirnya sukses menjadi Pengusaha dan perangkat Desa Di kampung halamanya Desa Padaherang, Kecamatan Sindawangi, Kabupaten Majalengka.”

Pria kelahiran Majalengka 12 Desember1979 itu mengaku sempat tinggal di perantauan, tepatnya di wilayah Banten Baduy Dalam pada Tahun 1999. Silam Bukan hanya di wilayah Banten, ia juga terjun ke dunia hitam di Bogor, Jakarta, Bekasi, dan Bandung.”

“Di beberapa wilayah itu, kata Dedi, Pundi-pundi uang pun tiap hari mengalir deras ke kantongnya dan dikirim ke keluarganya yang berada di Majalengka.”
Di dunia premanisme itu saya lakoni dari tahun 1999 sampai 2007 Bukan hanya di satu kota saja tapi di beberapa kota ucap Dedi yang panggilan akrab Dedi Tato itu.”

Setelah merasakan kerinduan ke kampung halaman dan bosan hidup diperantauan, pada Tahun 2007, memutuskan untuk pulang kampung dan mulai aktif di berbagey organisasi kemasarakatan. Selain melakukan beberapa kegiatan sosial, ia pun mencoba mengabdikan dirinya di pemerintahan Desa di Kampung halamannya nyakni di Desa Padaherang Majalengka.”

“Saya pulang kampung pada tahun 2007,dan mulai aktif di masyarakat. Berbaur dengan masyarakat dan menyelami bagaimana karakter masyarakat,”
Dan aktif di berbagey ke lembagaan masarakat dan inya juga mengelola taman Nasional Hutan lindung gunung Ciremay dan punya beberapa tempat obyek wisata alam bukber dan. iya menduduki sebagey Direktur utama Jejak Misteri Matan Preman.yang bergerak di bidang Dunia per’fileman.”

“Hidup saya dulu hitam, saya sadar akan mati makanya sekarang mencoba berwirasuata dan mengabdikan diri kepada masarakat Sebagey perangkat Desa di Desa Padaherang Majalengka ujar Dedi.” (Iding)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here