Di era Pandemi Covid 19, Disparpora A.Teng Diduga “Hamburkan” Uang Rakyat

0
381

Takengen – Di tengah jeritan ekonomi masyarakat akibat pandemi covid-19, mencuat isu miring mengenai sejumlah kegiatan akhir tahun di Dinas Parawisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Aceh Tengah yang diduga sebagai program “mubajir” yang bertujuan menghamburkan uang Rakyat.

Informasi dihimpun, ada indikasi penghamburan uang negara menguat sejak Disparpora Aceh Tengah menggelar agenda pelatihan peningkatan SDM parawisata secara bertahap yang digelar di beberapa hotel berbeda di daerah itu.

Dalam kegiatan tersebut diduga ada upaya “penggelapan” dana negara dalam pembayaran (sewa) kamar penginapan peserta. Dimana peserta kegiatan mengaku hanya menginap satu malam, sementara biaya penginapan itu sendiri diperuntukan untuk dua malam.

Seperti disampaikan, aktivis di Gayo, Agus Muliara kepada wartawan beberapa waktu lalu,  yang menyebut kegiatan peningkatan SDM pariwisata dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Aceh Tengah merupakan ajang menghabiskan uang rakyat.

Tudingan ini, lantaran kegiatan dilaksanakan akhir tahun. Terlebih katanya, pelatihan itu dibuat dalam lima kegiatan sekaligus dengan titik pelaksanaan di hotel yang berbeda.

“Ini pola lama lah saya kira, uangnya belum habis, ya akhirnya dibuat kegiatan akhir tahun,” rebut Agus Muliara.

Indikasi pemborosan dana lainnya, Disparpora Aceh Tengah dalam November 2020 ini telah mengirim  belasan peserta ke luar daerah yakni ke Karawang -Jawa Barat yang juga diduga sebagai ajang “jalan-jalan” oknum tertentu serta fungsinya dinilai kurang memberi kontribusi bermanfaat bagi kepentingan daerah.

“Selaku masyarakat, tentu sangat diharap pihak Disparpora Aceh Tengah bisa transfaran dalam  menjalankan setiap program yang menggunakan uang rakyat. Kalaulah kegiatan ke luar daerah itu bermanfaat, tentu tidak menjadi persoalan. Tapi sebaliknya jika tidak ada urgensinya, ini yang harus dipertanyakan,” kata Zamzam, pemerhati sosial masyarakat di daerah dingin itu.

Terpisah, Kadisparpora Aceh Tengah, Jumadil Enka saat diwawancara cegat oleh awak media, Senin (23/11) ketika hendak mengikuti rapat di ruang sidang DPRK Aceh Tengah mengatakan, tidak ada penghamburan dana negara atas kegiatan yang digelar dinasnya.

“Benar, kami memberangkatkan pelaku parawisata ke Karawang. Tim funtrifs ini bertujuan untuk melihat langsung obyek wisata di daerah lain, sehingga apa yang diperoleh bisa diaplikasikan nantinya di daerah ini,” celotehnya.

Dia memastikan, peserta yang dikirim ke luar daerah merupakan pelaku wisata. Namun, sebagian diantara peserta funtrifs tersebut ada wartawan yang ikut serta .

“Ya, ada rekan-rekan wartawan yang berangkat. Tapi ada diantaranya berprofesi sebagai guide (pemandu wisata) dan seorang lagi adalah ketua PWI Aceh Tengah yang diberangkatkan untuk keperluan publikasi,” kata Jumadil.

Ditanya soal biaya penginapan pelatihan yang telah digelar sebelumnya di sejumlah hotel oleh Disparpora Aceh Tengah dan kemudian mencuat dugaan pembayaran biaya kamar yang tidak sesuai peruntukannya? Jumadil, belum bisa memberi keterangan yang akurat. Ia menjelaskan, dirinya selama ini jarang masuk kantor karena sakit.

“Saya jarang ngantor, sudah dua bulan saya sakit. Sial berapa besaran biaya hotel untuk pelatihan peserta, tunggu saya cek dulu. Saya harus tanya PPTK kegiatannya,” Pungkasnya.(Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here