Diduga ada kaitan kemunduran Kapala BPBD Aceh Utara, 10 Paket senilai 16,5 M ditender Ulang di 2022

0
1958
Foto: Plt. Kepala BPBD Aceh Utara, Murzani

Berita Merdeka online, Lhoksukon – Kemunduran Kapala BPBD aceh Utara timbulkan spekulasi berbagai kalangan , diduga ada kaitan dengan anggaran 16,5 M yang bersumber APBN.

Belum genap satu bulan bekerja, kemunduran
Kepala BPBD Aceh Utara, Zulkarnaini, SPd, MPd, timbulkan berbagai pertanyaan dan menjadi buah bibir, dan diduga ada kaitan dengan 10 paket yang sebelumnya sudah ditender dan sudah dimenangkan pihak rekanan, Kamis (14/10/2021).

Anehnya, usai mundurnya Zulkarnaini, SPd, MPd sebagai kapala BPBD Aceh Utara, Bupati menunjuk Sekretaris BPBD Murzani menjadi pelaksana tugas (PLT) dan 10 paket tersebut ditender ulang dan menjadi proyek Tahun anggaran 2022. Sebelumnya 10 paket proyek tersebut yang sudah ditender dimasa kepemimpinan kepala BPBD Amir Hamzah.

Berikut 10 Paket ditender ulang di TA 2022
1. Rehabilitasi Talud Gp. Cot leupe, Nisam Rp. 1,1 M.
2. Rehabilitasi Talud Gp Baroe Samudera Rp. 1,5 M.
3. Rehabilitasi Talud ule blang, Nisam Rp. 1 M.
4. Rekonstruksi jembatan beracan, Pirak Timur Rp. 840 juta.
5. Rehabilitasi tanggul sungai kreung pase Gp.mecat, Samudera Rp. 2 M.
6. Rehabilitasi tanggul sungai Gp. Mancang, Samudera Rp. 2 M.
7. Rehabilitasi tangul sungai Babah kreung, Matang Kuli, Rp. 1,7 M.
8.Rehab tebing sungai Gp. Menasah kumbang,
SyamtaliraSyamtalira Aron, Rp. 1,8 M.
9. Rehab tebing sungai Gp. Aluedrien, Lhoksukon Rp. 2 M.
10. Rehabilitasi pengamanan Bendung Pase Murah Mulia Rp. 1,7 M.

Plt. Kepala BPBD Aceh Utara, Murzani mengatakan total anggaran yang dihibahkan BNPB Pusat senilai 16,5 M terdiri 10 paket pekerjaan yang diusulkan untuk insfrastruktur yang rusak di akibat bencana di Aceh Utara.

Baca Juga :

Baru Dilantik, Kepala BPBD Aceh Utara Mengundurkan diri?

Ia mengungkapkan Kenapa harus kami lelang ulang”disaat penyelesaian lelang dan sudah ada pemenag lelang jangka waktu sudah kepepet dikarnakan penggunaan anggaran sampai dengan 23 September 2021 kemarin, karna kita Terima uang hibah itu di bulan September tahun 2020 sehingga disaat kita lakukan pelelangan, terjadi banjir ditangal 4 Desember, terjadi banjir, karna itu kita harus melakukan penyesuaian dilapangan” Cetus mirzani.

“di 4 desember 2020 ada yang rusak lagi, karna banjir, kita harus ferifikasi ulang lagi menyesuaikan, makanya ada item yang berubah, kami menyiapkan itu butuh waktu” Ungkap mirzani.

“Disaat tender dan sudah ada pemenangnya disaat ini musim penghujan dikhawatirkan bagunan yang kita bagun bisa rusak lagi, kan sayang juga sehingga kita berusaha untuk perpanjanga dana hibah itu untuk tahun 2022” Menceritakan.

“Waktu dalam 3 bulan ini, bisa dikerjakan, akan tetapi perkiraan data BMKG menyatakan akan terjadi bencana, contoh di gedong 1 Oktober 2021” Ujarnya.

“Kesimpulan kenapa kita harus terder ulang? yang pertama waktu untuk penyelesaian dan data BMKG menyatakan dalam musim hujan, kalau kita paksakan dikhawatirkan kwalitas bagunan tidak bagus” Mengulang kembali perkataanya.

“Usulan perpanjangan dana hibah yang disampaikan bupati ke BNPB dan kementerian keuangan, insya Allah dana tersebut akan dikucurkan kembali di APBD ditahun 2022, November atau Desember 2021 akan kita lelang kembali, kenapa demikian kalau uang sudah masuk dalam APBD tahun ini bisa kita lakukan pelelangan” Tutupnya. (zulkifli)

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here