Diduga, Oknum Kejaksaan Negeri Lamandau Memperjual-Belikan Barbuk Untuk Keuntungan Pribadi

0
997
Foto : beritamerdekaonline.com saat menemui Kajari Lamandau. (Yud)

NANGA BULIK, Beritamerdekaonlin.com – Terkuaknya kasus ini saat beredarnya berita Lelang dari link online Berita DJKN yang mengulas adanya Lelang Barang Rampasan Negara di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamandau provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada hari Jum’at (18/09/20) lalu.

Hak Jawab: Ini Klarifikasi Berita Diduga Oknum Kejaksaan Negeri Lamandau Memperjual-belikan Barbuk untuk Keuntungan Pribadi

Dari keterangan mantan terpidana atau sang pemilik awal BBM jenis avtur, Syarif, sewaktu dipintai keterangannya terkait Lelang 1 paket BBM itu mengatakan bahwa, dirinya tidak diberitahu sebelumnya.

“Saya diberitahukan pada saat hari  lelang itu dilaksanakan, jadi saya tidak diikutsertakan dalam lelang tersebut. Saya jadi aneh juga, kenapa mereka melaksanakan lelang seperti lelang bawah tangan dan menyembunyikan kan lelang tersebut dari saya,” Ujar Syarief saat dikonfirmasi via telepon pada Selasa (22/09/2020) yang lalu.

Menurut Kasi Lelang KPKNL Pangkalan Bun, Indri, saat dikonfirmasi di Kantor nya menjelaskan, bahwa secara aturan KPKNL tidak mempunyai kewajiban untuk melihat barang yang dilelang, dan menilai harga barang yang dilelang pun bukan kewajiban KPKNL.

“Namun setiap akan dilaksanakan Lelang pasti diumumkan di koran terlebih dahulu,” Ujar Indri.

Ironis memang, Kasi Lelang ini selain tidak mengetahui di koran mana KPKNL Pangkalan Bun mengumumkan lelang Barang Rampasan Negara di Kejari Lamandau ini, juga menurut dirinya Pejabat Lelang tidak perlu tahu juga tidak perlu mengecek fisik barang yang dilelang tersebut. Dan bahkan Pejabat Lelang KPKNL bukan yang menilai sebuah harga barang yang akan dilelang.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lamandau, Agus Widodo, SH, MH, saat di temui di kantornya hanya mengarahkan BMOnline.com ke Panitia Lelang saja.

“Karena, saya masih belum ada 4 bulan menjabat di sini, dan para Panitia Lelang juga masih belum menjelaskan lagi mengenai lelang kemarin apa sudah selesai 100% atau bagaimana saya masih belum menerima laporanya, sebab saat ini mereka sedang tugas ke luar daerah. Jadi, jika mau konfirmasi lagi mengenai itu silahkan aja hari Selasa nanti pak, mereka pasti sudah ada d kantor.” Tutur Kajari ini (24/09/20) Kemis lalu.

Sementara itu, Pejabat Lelang dari KPKNL Pangkalan Bun, M. Misbahlul Fuat, saat disampari dikantornya mengungkapkan, nilai barang itu sudah ditetapkan dari kejaksaan, ia hanya pelaksana untuk lelang saja. “jika ada masalah, silahkan yang Keberatan mengajukan ke kami sebelum Pelaksanaan Lelang,” Ujar Fuat Senin (29/09/2020) kemarin.

Sayangnya, sampai saat ini dari pihak panitia lelang Kejaksaan Negeri Lamandau yang berjanji kepada beritamerdekaonline.com, akan menghubungi pada hari Selasa tanggal (29/09/2020) guna konfirmasi, namun faktanya terkesan enggan untuk dihubungi lagi. Bahkan sampai berita ini diturunkan tidak ada bantahan atau klarifikasi apapun dari pihak kejari Lamandau.

Syarif yang merasa dirinya diperlakukan tidak adil dan tidak sesuai aturan oleh penegak hukum di Lamandau merasa tidak puas serta bergumam kembali Kamis (01/10/2020).

Ditambahkannya lagi, dirinya yang pemilik asal barang itu, sehingga ia mengetahui persis total barang itu 15000 Liter. Setelah kasusnya di P21 kan oleh Polres Lamandau, dan sampai Kejaksaan Lamandau barang itu, dijual dengan nilai total Rp 117 juta. Itu terjadi 3 tahun yang lalu.

“Jika barang itu dilelang, sekarang sudah pasti yang jadi pertanyaan, apakah aktor itu sudah didapatkan kembali atau tidak? Dan jika di-deposit kan uang 117 juta selama 3 tahun di Bank trus bunganya dikemana kan?,” Celetuk Syarif. (Yud).

Penulis : Yud

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here