Diduga Penganiyaan, Tahanan Kejaksaan Agara Dilarikan Ke RSUD

2
2160
Foto: terdakwa D alias Makok diduga korban penganiayaan

Aceh tenggara, Beritamerdekaonline.com – Salah seorang tahanan Kejaksaan negeri (Kajari) kutacane Aceh Tenggara (Agara) Diduga mendapatkan kekerasan Fisik, terpaksa dilarikan ke RSUD H. Sahudin Kutacane, tertangkap paska menjalani sidang.

Menurut Informasi diterima wartawan dari berbagai sumber menyebutkan, selesai menjalani proses persidangan di Penggadilan Negeri (PN) Kutacane, Kamis (26/03/2020) petang, tersangka D alias Makok yang tercatat sebagai tahanan Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, melarikan diri ke arah desa Pulonas Kecamatan Babussalam, namun D alias Makok kembali tertangkap warga dan pegawai kejaksaan yang melakukan pengejaran.

Beberapa menit kemudian, setelah waktu shalat maghrib, tersangka D alias Makok lalu dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri kutacane oleh petugas, paska ditangkap warga Pulonas karena diseru beberapa orang sebagai pencuri,

akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah H. Sahudin Kutacane, karena tak sadarkan diri.   

Ketika dikonfirmasi Kajari Aceh Tenggara, Fitrah kepada Wartawan jum’at (27/03/2020), terdakwa D alias Makok tidak sadarkan diri karena dimasalkan warga desa Pulonas.   

“Terdakwa diteriaki maling oleh warga saat dikejar petugas Kejaksaan Negeri, mendengar teriakan maling, warga di Pulonas akhirnya menangkap dan memasalkan terdakwa, sehingga dibawa dan diamankan petugas untuk dibawa ke Kantor Kejaksaan Aceh Tenggara,” sebut Fitrah.

Jadi, tidak benar seperti yang share di Sosial Media itu jika terdakwa D alias Makok, warga Batu Mbulan Asli kecamatan Babussalam itu, dianiaya petugas Kejaksaan Aceh Tenggara, sehingga tak sadarkan diri dan terpaksa dirawat di RSUD H. Sahudin Kutacane, karena itu dimasalkan warga” ujar Kajari seraya mengatakan akan mangadukan ke polisi.

Fitrah mengancam, jika dirinya akan melaporkan pemilik akun FB yang menuding bawahannya melakukan penganiayaan atau kekekrasan fisik terhadap terdakwa D alias Makok, hingga tak sadarkan diri sampai, Jumat (27/3) dinihari, sebut Kejari

Sementara, Sekdes desa Pulonas, Rahmat Selian dan beberapa warga lainnya yang ditemui Wartawan membantah, jika terdakwa D alias Makok yang disebut-sebut melarikan diri usai menjalani proses persidangan di PN Kutacane, tak sadarkan diri karena di masalkan warga Pulonas.

“Warga hanya mengejar dan mengamankan tersangka D, karena diteriaki maling oleh petugas dari Kejaksaan, bahkan saat dibawa petugas Kejaksaan Aceh Tenggara dari Gang Mesjid, terdakwa kondisinya sehat-sehat saja, jadi korban tak sadarkan diri, bukan karena perbuatan warga Pulonas yang menangkap korban,”

Namun beberapa waktu kemudian, akhirnya terdakwa kami dengar dilarikan ke Rumah Sakit karena tak sadarkan diri, itu diluar sepengetahuan warga, tanyakan saja sama pihak Kejaksaan Aceh Tenggara, sebut warga

Ajwar, salah seorang saudara korban kekerasan fisik, kepada Wartawan mengaku kecewa dan heran melihat kondisi adiknya yang dilarikan pihak Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, pasalnya saat tertangkap warga kondisinya masih sehat wal afiat, bahkan masih sanggup didudukkan di atas sepeda motor.

Namun, beberapa saat kemudian setelah tiba di Kantor Kejaksaan, akhirnya tak sadarkan diri dan terpaksa dilarikan ke RSUD H.Sahudin Kutacane, Sampai pukul 00.00 Wib, malam kondisi korban belum sadarkan diri.

Beberapa keluarga korban yang ditemui Wartawan mengaku, keberatan dengan kekerasan fisik yang dialami korban, sebab itu dalam waktu dekat tengah mempersiapkan laporan pengaduan ke pihak Kejaksaan Tinggi Aceh, Kejaksaan Agung, Komisi Kejaksaan dan Komnas HAM maupun pihak terkait lainnya, demi tegaknya hukum dan keadilan serta mencegah kesewenang-wenangan, ungkap warga.(Basri)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Digo Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here