Diduga Terjatuh Dari Pohon, Seorang Kakek Ditemukan Meninggal Dunia Di Kebun Durian Gunungpati

0
934
Foto : Lokasi penemuan mayat dan kondisi mayat yang sudah membau, Senin, (20/4/2020). (Mualim)

SEMARANG, BMonline – Sesosok mayat ditemukan tergelak di area kebun durian Kelurahan Plalangan RT 05 RW 01, Kecamatan Gunungpati kota Semarang, Senin (20/4/2020).

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh tiga orang pekerja kebun yang pagi tadi hendak mulai melakukan aktivitas bekerjanya di wilayah tersebut.

Abdul Khoir (54), salah satu pekerja yang melihat pertama kali menerangkan, bahwa pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB dirinya bersama kedua rekannya berangkat kerja ke kebun tersebut. Saat masuk ke area kebun, ketiganya dikagetkan dengan sesosok tubuh tergeletak dalam posisi tengkurap di bawah pohon durian.

Selanjutnya ketiga pekerja menghampirinya dan melihat jasad korban yang sudah dihinggapi banyak lalat.

Mengetahui jasad korban dihinggapi lalat, Abdul Khoir tidak berani mendekat, karena takut kalau korban terkena Corona. Selanjutnya Abdul Khoir melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunungpati.

“Pertama kali yang melihat saya dan kedua teman saya mas, tadi sekitar jam 07.30 saya membuka pintu gerbang dan dari jauh saya lihat ada seperti tubuh manusia. Lalu kami dekati ternyata benar ada orang tergeletak posisi tengkurap di bawah pohon durian dan banyak lalatnya,” kata Abdul Khoir.

Saat beritamerdekaonline.com berada di lokasi, nampak tim dari Kepolisian Polsek Gunungpati, INAFIS Polrestabes Semarang, Koramil Gunungpati dan tim medis Puskesmas Gunungpati sedang melakukan evakuasi korban.

Kapolsek Gunungpati, AKBP I Ketut Sudana ketika dikonfirmasi beritamerdekaonline.com membenarkan kejadian penemuan jenazah tersebut.

Korban diketahui bernama Suparman (75) warga desa Kepoh RT 1 RW 4 Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati kota Semarang.

Kepala Puskesmas Gunungpati, dr. Amir Gozali yang ikut menangani jasad korban di TKP saat ditanya mengenai penyebab kematian korban menerangkan, bahwa korban meninggal tidak ada hubungannya dengan Covid-19, hal tersebut dikatakan dr. Amir setelah tim dari Puskesmas bersama pihak Kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban.

“Kami bersama tim dari Kepolisian saat melakukan pemeriksaan baik dari riwayat penyakit dengan keluarga maupun dari pemeriksaan fisik daripada jenazah tadi kemudian kita juga berdiskusi dengan tim dari kepolisian, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda bahwa ini akibat dari Virus Cavid-19,” terangnya.

Menurut dr Amir, korban meninggal sudah 8 jam sebelum jasad ditemukan. Penyebab meninggalnya korban menurut dr Amir diduga karena jatuh dari pohon. Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, selanjutnya jasad korban diserahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan. (Mualim).

Penulis : Mualim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here