DJKI Miliki Loket Virtual Pelindungan Ciptaan Anak Negeri

0
1643
Foto: Direktur Teknologi Informasi DJKI Kemenkumham yang baru Sucipto saat serah terima jabatan Direktur Teknologi Informasi DJKI Kemenkumham sebelumnya Sarno. Disaksikan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Freddy Harris di Gedung Sentra Mulia, Jakarta Selatan, Rabu kemarin (13/5/2020).

Jakarta, BMonline – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) unit kerja (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memiliki Loket Virtual yang menjadi gerbang perlindungan ciptaan anak-anak negeri.

Direktur Teknologi Informasi DJKI Kemenkumham Sucipto menjelaskan, bahwa Loket Virtual yang menjadi gerbang pelindungan ciptaan anak-anak negeri itu bernama LockVid 2020.

“Virtual Loket itu bagian dari keinginan DJKI harus bisa menanggulangi dan memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan murah tentunya,” jelas Dirut Sucipto, di Jakarta, hari ini Jumat (15/5/2020).

Loket virtual tersebut diharapakan untuk pelayanan publik bagi masyarakat. Supaya masyarakat dapat mendaftarkan kreativitasnya ke DJK Kemenkumham di tengah pandemi COVID-19 di Indonesia.

“Sebagai upaya melaksanakan pelayanan publik. Meski saat ini sedang terjadi penyebaran virus COVID-19 di Indonesia,” tutur Direktur Teknologi Informasi DJKI Kemenkumham Sucipto menerangkan.

Sebelumnya, Loket Virtual bernama LockVid 2020 diluncurkan pada Rabu 13 Mei kemarin. Loket Virtual ini sudah dapat diakses masyarakat sejak Kamis 14 Mei kemarin.

LockVid 2020 ini akan terus melayani dalam situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar. Hingga loket offline dapat dibuka kembali.

Menurut Sucipto, website DJKI adalah kunci untuk mendaftarkan kreativitasnya untuk berusaha menjalankan kreativitasnya. Bagi DJKI tidak ada hambatan untuk melayani masyarakat mendaftarkan dokumen terkait kekayaan intelektual.

“Masyarakat bisa menuju URL loketvirtual.dgip.go.id,” pungkasnya berdasarkan siaran pers hari ini.

Sucipto menjelaskan juga bahwa LockVid 2020 artinya adalah loket tempat masyarakat dapat memasukkan data dokumen apa saja, yang terkait pendaftaran dari teknis  pelayanan kekayaan intelektual. Kemudian lock itu juga diartikan sebagai kunci.

“Kunci berarti masyarakat bisa membuka apa saja. Lalu diberikan kemudahan sesuai dengan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Freddy Harris mengatakan, bahwa kebutuhan pemerintah akan dukungan teknologi informasi kini sudah tidak dapat dielakkan lagi karena Corona.

Maka Direktur Teknologi Informasi DJKI Kemenkumham yang baru diminta untuk membuat inovasi lain yang dapat membantu tugas-tugas DJKI.

“Tantangannya cukup berat untuk Pak Sucipto karena kita ke depan nggak bisa lagi melepaskan teknologi. Jadi pekerjaan-pekerjaan substantif dan administratif ini sudah menggunakan teknologi,” ujar Freddy Harris

Loket Virtual merupakan salah satu upaya yang dibangun bersama oleh pimpinan DJKI,  yaitu Direktur Teknologi Informasi DJKI Kemenkumham Sucipto, dan Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Mohamad Aliamsyah selaku Ketua Tim Penataan dan Pengembangan Aplikasi serta Infrastruktur TI DJKI.  Keduanya juga berperan sebagai koordinator layanan tersebut.

Sebelumnya, Sucipto mengabdi sebagai Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kalimantan Tengah. Dia juga pernah berkarir di bidang swasta sebelum terjun ke pemerintahan. Sucipto merupakan Direktur TI yang mengambil sumpahnya untuk memangku jabatannya pada 4 Mei 2020 silam oleh Menkumham Yasonna Laoly. Sucipto menggantikan Sarno yang kini bertugas di Direktorat Jenderal Imigrasi.

Sementara itu, Mohamad Aliamsyah juga baru dilantik pada Februari 2020 silam. Dia menggantikan direktur sebelumnya. Fathurrahman yang menjalani pensiun.(ams)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here