Donasi Pelanggan Indomaret Sentuh KAT di Pintu Rime Gayo

0
5125
Pemotongan pita oleh Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Kementerian Sosial didampingi Kepala Cabang Sumbagut dan Sekda Bener Meriah.

Bener Meriah, Beritamerdekaonline.com – Kementerian Sosial RI meresmikan Sarana dan Prasarana Air Bersih, MCK Komunal, Balai Sosial dan Penghijauan bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT) Pantan Sinaku Kecamatan Pinto Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Kamis (26/11/2020).

Program Indomaret Peduli Komunitas Adat terpencil merupakan program pengumpulan donasi Pelanggan Indomaret untuk pembangunan sarana dan prasarana KAT di 12 lokasi seluruh indonesia. Pengumpulan donasi periode tanggal 01 Juni s.d 30 September di tahun 2019 tersebut berhasil menampung donasi pelanggan indomaret Rp 7,6 miliar yang diperuntukan untuk pembangunan air bersih, mck komunal, balai sosial, penghijauan dan penerangan di seluruh Indonesia.

Program kegiatan KAT di Pantan Sinaku dilaksanakan oleh Lembaga Peduli Dhuafa, dengan total donasi Rp 600 juta untuk pelaksanaan pembagunan Air bersih, Mck, Balai sosial dan program penghijauan.

Ketua Umum LPD Indonesia Musfendi AR dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/11/2020) mengatakan dengan diserahkannya fasilitas publik kepada pemerintah daerah maka masyarakat KAT Pantan Sinaku sudah dapat menikmati fasilitas yang dibangun.

Direktur Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil Ditjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI diwakili Kasubdit Pelaksanaan Pemberdayaan Sosbud, Eko link, Sulistyaningsih mengatakan pada momen yang sangat penting inilah dirinya mengajak semua pihak untuk turut mengambil bagian berkonstribusi dan bermitra baik antar K/L, OPD terkait, NGO/LKS dan dunia usaha untuk mensinkronkan program dan bersinergi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Penyelenggara PUB Indomaret Peduli KAT, Pemerintah Daerah Kab Bener Meriah, Lembaga Peduli Dhuafa selaku pelaksana di lokasi dan seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga terlaksananya pembangunan sarana – prasarana di lokasi ini,” kata Anie.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah stategis kemitraan dunia usaha dan konstribusi masyarakat dalam upaya mendukung percepatan program pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil.

“Dengan upaya kita ini, kita harapkan warga kita yang masih hidup dalam keterbatasan pelayanan sosial tersebut dapat mencapai kehidupan yang setara dan sejahtera sebagaimana warga lainnya,’ imbuhnya.

Kegiatan ini, lanjut Anie, merupakan wujud nyata konstribusi dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah dalam hal ini Program Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil. Dijelaskan, saat ini populasi Komunitas Adat Terpencil di Indonesia berdasarkan database KAT 2015 – 2019 yang dilaporkan oleh Pemerintah Daerah berjumlah sekitar 150.000 Kepala Keluarga (KK).

Jumlah tersebut mengalami penambahan dibandingkan tahun 2015 yang berjumlah sekitar 128.000 KK dan data sesungguhnya jauh lebih besar dan kelompok ini memerlukan perhatian serius.

Pemberdayaan KAT sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 186 Tahun 2014 tentang Pemberdayaan Sosial terhadap KAT, pasal 9 yang menyebutkan bahwa pemberdayaan dilaksanakan dalam bidang permukiman, administrasi kependudukan, kehidupan beragama, kesehatan, Pendidikan, ketahanan pangan, penyediaan akses kesempatan kerja, penyediaan akses lahan, advokasi dan bantuan hukum, pelayanan sosial; dan/atau, lingkungan hidup.

Fokus Kementerian Sosial dalam pemberdayaan KAT, sebut dia, adalah aspek keterpencilan yang menyebabkan terbatasnya aksesibilitas pelayanan sosial dasar di lokasi, dengan tetap berpegang pada prinsip utama pemberdayaan bertumpu pada manusianya (people center development) melalui proses peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tidak terbatas pada perubahan secara fisik berupa sarana dan prasarana yang telah dibangun atau di bidang ekonomi mata pencaharian dengan meningkatkan pendapatan warga KAT.

“Akan tetapi juga mengarah pada perubahan mindset, sikap, perilaku, dan nilai-nilai yang mendukung perubahan dengan tetap mendayagunakan dan memelihara nilai-nilai kearifan lokal,” kata Anie dalam sambutan pada acara penyerahan fasilitas bagi KAT di Kabupaten Bener Meriah.

Kepala cabang Indomaret perwakilan Aceh, Lukman menyebutkan program ini sangat positif dan pihaknya bisa amanah dalam menjalankan donasi Pelanggan Indomaret bagi masyarakat komunitas adat terpencil. “Kami berharap masyarakat dapat menjaga dengan baik apa yang telah kami berikan,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Drs. Haili Yoga mengatakan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Sosial dan terkhususnya Indomaret atas fasilitas yang diberikan kepada masyarakat Pantan Sinaku. “Kami dari pemerintah Bener Meriah berkomitmen membangun baik sarana dan prasarana untuk pendidikan, pertanian dan perdagangan di KAT,” ujarnya.

Haili yoga mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat apa yang diberikan kepada masyarakat komunitas adat terpencil dan juga jagan ragu untuk berdonasi di Indomaret biar pun seratus rupiah

Dalam peresmian turut hadir perwakilan Indomaret sumbagut, Direktorat Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Aceh, Disnaker Aceh Pemerintah Bener Meriah. (Zulkifli)

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here