Dua Orang Terhukum Cambuk di Agara

0
900

Kutacane, Beritamerdekaonline.com – Kajari Kutacane Aceh Tenggara (Agara) gelar Eksekusi Uqubat cambuk, melanggar Qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, dan pemusnahan barang bukti jenis Narkoba, pada Senin 21/12/10 di halaman Kejaksaan Kutacane.

Kajari Kutacane Syaifulah, SH mengatakan Dua orang terhukum Uqubat cambuk melanggar Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, di antaranya Adi Putra alias Polsek , Desa Penampaan Kecamatan Deleng Pokhkisen , Uquban dicambuk sebanyak 30 (tiga puluh) kali cambukan di depan umum, oleh karena terhukum telah menjalani masa penahanan selama 123 (seratus dua puluh tiga) hari, maka di kurangi 5 (lima) kali cambukan, sehingga menjadi 25 (dua puluh lima) kali cambukan.

Kemudian Kamaridin alias Udin Desa Batu Mbulan 1, Kecamatan Babussalam Uqubat cambuk yang di terima sebanyak 28 (dua puluh delapan) kali di depan umum, Oleh karena terhukum telah menjalani masa penahanan selama 88 (delapan puluh delapan) hari, maka di kurangi 3 (tiga) kali cambukan sehingga menjadi 25 (dua puluh lima) kali cambukan, ucap Kajari

Kajari menjelaskan, Eksekusi cambuk tersebut dilaksanakan berdasarkan putusan Mahkamah syar’iyah nomor 12/JN/2020/MS.KC, keduanya terhukum itu telah terbukti secara sah melakukan Jarimah atau tindak pidana menyelenggar Maisir atau judi togel.

Dua terhukum itu diancam  pasal 20 tentang Maisir atau judi togel dengan hukuman cambuk 25 kali cambuk berdasarkan Qanun Aceh no 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

” para pelaku cambuk kiranya bisa belajar dari kesalahannya dan bertobat menjadi pribadi yang lebih baik dan sebagai contoh kepada masyarakat agar tidak melakukan Jarimah Maisir yang sama maupun jarimah lainnya”, kata Kajari

Kajari menambahkan, selain uqubat ada juga pemusnahan barang bukti jenis narkotika yakni, Narkotika jenis sabu dengan berat 146,18, Gram dari beberapa perkara, dan narkotika Jenis ganja dengan berat 7,989,42 Gram, dari beberapa perkara,

Sedangkan narkotika jenis extasi dengan berat 0,03 Gram, dan 9 (sembilan) buah Handpone dan beberapa barang bukti lainya, dari beberapa perkara, pungkas Kajari

Wakil Bupati Bukhari menyampaikan dalam pidatonya, hal yang sama agar masyarakat tidak melakukan Jarimah Maisir dan Jarimah lainnya.

Kepada terhukum diharapkan segera bertaubat dan tidak mengulangi kesalahannya lagi, hendaknya hukum itu tidak hanya menjadi hukuman fisik, tetapi berefek jera kepada mereka,

Untuk itu kepada seluruh lapisan masyarakat Agara saya menghimbau supaya menjauhi dan tidak lagi melakukan Jarimah Maisir dan jarimah lainnya, karena hari ini merupakan salah satu contoh penyakit yang dilakukan masyarakat yang harus dijauhi karena tidak sesuai dengan ajaran agama Islam”, kata Bukhari

Dalam acara itu turut dihadiri .Wakil Bupati, Ketua DPRK, Kapolres, Dandim 0108, Ketua Pengadilan Kutacane, Ketua MPU mewakili, Kepala Dinas Syariat Islam mewakili, Kasatpol PP, Kalapas dan para undangan lainnya. (Basri)

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here