Geuchik Geulumpang VII jadi Tahanan, Tinggalkan Proyek Fiktif Ratusan Juta Tahun 2020

0
502

Lhoksukon, beritamerdekaonline.com –Geuchik gampong Geulumpang VII kecamatan Matangkuli, Helmy yang kini menjadi tahanan Polres Aceh Utara terkait penyalahgunaan sabu yang ditangkap Polsek Matang Kuli (11/2) beserta 2 rekannya.

Kini sang geuchik banyak meninggalkan problema dana desa tahun 2020 yang diduga fiktif terkait pembagunan rehab rumah layak huni 10 unit senilai Rp 150 juta, dan tak hanya itu saja sang geuchik juga meninggalkan permasalahan terkait program pelatihan komputer senilai Rp 9,925 jt dan juga plang nama lorong senilai Rp 13 jt.

Baca Juga Berita Sebelumnya :

Geuchik dan Mantan Geuchik di Matang Kuli ditangkap, ini penyebabnya

Geuchik Gampong Geulumpang VII, helmy saat di jumpai di ruang Ka Lapas kelas II Lhoksukon pukul 14.50 sore ” Saya tak pernah pegang uang itu, kan yang berwenang pegang uang kan bendahara, sebelum saya ditangkap saya sudah mengingatkan bendahara untuk mengunakan uang sesuai aturan, akan tetapi bendahara laporkan kesayangan perangkat desa dan Tuhan peut yang pinjam uang” Tuturnya. Selasa (4/5/2021)

“Semua catatan pengeluaran dan pinjaman ada sama bendahara saya, nanti ab liat saja semuanya uang itu mereka yang pinjam tanpa sepengetahuan saya, ucap helmy

Usai lakukan wawancara di Lapas Pewarta media ini langsung menuju ke desa untuk mencari kebenaran, ternyata sang bendahara tak bisa dijumpai dan dihubungi.

Pewarta menjumpai salah satu perangkat desa, keurani gampong Muhammad Jumadi menceritakan kegiatan yang fiktif terdiri dari,rehab rumah, pelatihan komputer, plang nama lorong, posyandu tak terlaksana 100% dan juga membantah bahwasanya uang yang dituduhkan Geuchik tak dipinjam oleh aparatur termasuk Tuhan peut gampong.

“Pinjaman tak pernah ada, kalau memang ada kami siap bertanggungjawab dan mengembalikannya” Tutup keurani.

Hingga kini laporan pertanggujawaban dana desa tahun 2020 belum juga diselesaikan oleh pihak aparatur desa. (Zulkifli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here