Iskandarsyah : Polisi Harus Transparan Ungkap Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Hingga Tidak Ada Asumsi Masyarakat

0
2912
Foto: (Kiri-Kanan), Direktur Etos Indonesia dan Mantan Wakil Ketua KPK 2015-2019, Saut Situmorang.

Jakarta, beritamerdekaonline.co –Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute Iskandarsyah menyatakan keprihatinannya atas peristiwa kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang propinsi Banten yang terjadi Rabu (8/9) dini hari.

Iskandarsyah menuturkan, dirinya meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dengan transparan agar masyarakat tidak menyimpulkan asumsi-asumsi yang tidak baik.

“(Peristiwa) Ini memprihatinkan dan saya berharap kasus ini dibuka sebenar-benarnya kepada publik sehingga tidak ada asumsi-asumsi yang tidak baik di masyarakat, kasus konsleting listrik adalah pernyataan yang terlalu normatif untuk peristiwa ini,” ujarnya pesan tertulisnya pada wartawan di Jakarta, Rabu tadi (8/9/2021).

“Sudah sering kita mendengarnya dan masyarakat pun semua berkata seperti itu,”sambungnya.

Iskandarsyah menambahkan, terkait over kapasitas di dalam lapas tersebut, menurutnya semua lapas hari ini juga overload, tidak ada yang pas sesuai kapasitas.

“Kasus tertinggi adalah (napi) narkoba, saya sudah keliling dan lihat lapas-lapas, karena apa? karena negara senang memenjarakan anak bangsa nya sendiri ,” ujarnya.

Menurutnya, terjadinya over kapasitas di lembaga pemasyarakatan dikarenakan setiap perkara mudah diproses hukum, tanpa ada upaya rekonsiliasi di setiap kasus.

“Bahkan di kasus narkoba pemakai pun di jebloskan ke sel, saya bukan berasumsi, silahkan kawan-kawan media cek di lapangan, bahkan saya pernah berdiskusi dengan kawan-kawan di BNN yang menyayangkan tindakan seperti itu di lapangan, ujung-ujungnya transaksional,” papar Iskandarsyah.

“Ini pak Jokowi harus tahu, pak Kapolri harus tahu juga, supaya program presisi beliau benar-benar bisa diimplementasikan dengan baik dan benar dibawah,” pintanya.

Mengeluh nya para Kalapas atas over kapasitas, kata Iskandarsyah harus dipikirkan bersama-sama dan jangan mudah pihak aparat penegak hukum menjebloskan anak bangsa yang menjadi korban pergaulan dan kenakalan remaja.

“Para Kalapas mau tidak mau mereka tampung ,ini negara harus pikirkan juga, jangan mudah memenjarakan anak bangsa ini, nanti kata melindungi, mengayomi akan menjadi sirna di mata masyarakat,” jelasnya.

“Lakukan mediasi-mediasi selaku mediator yang baik dalam setiap kasus, dipilah-pilah mana pengguna mana pengedar narkoba, sidang pun pakai uang negara itu, kebakaran didalam lapas banyak asumsi-asumsi tak baik di masyarakat,” ujar Iskandarsyah.

Ia mengungkapkan, pernyataan yang menyatakan bahwa di lapas lebih mudah menggunakan narkoba bukan rahasia lagi.

“Asumsi-asumsi itu mencuat, jangan-jangan pemakai shabu di dalam (lapas) penyebabnya, ada juga yang berasumsi ini memang dibuat,” kata Iskandarsyah.

“Artinya dibongkar (ungkap) dong, ini tugas Polisi sebagai investigator mengungkapkan yang sebenar-benarnya,” tandasnya.

Tewasnya 41 warga binaan di Lapas itu, Iskandarsyah juga meminta kepada Menkumham RI Yasonna Laoly untuk membenahi sistem kapasitas penghuni lapas di Indonesia.

“41 saudara-saudara kita yang meninggal adalah anak bangsa ini juga, belum lagi yang luka-luka,
Pak Yasona juga harus lantang atas peristiwa ini, katakan lapas memang over kapasitas dan terkesan memang dipaksakan penuh,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute berharap, aparat penegak hukum transparan dalam mengungkap kasus terbakarnya lapas kelas 1 Tangerang, Banten.

“Saya berharap polisi melakukan investigasi sebaik-baiknya, sebenar-benarnya, dan sampaikan ke publik apa adanya, konsleting listrik itu penyebab yang normatif buat saya,” kata Iskandarsyah.

“Ada yang harus dicatat dalam peristiwa ini, bahwa belum lupa dalam ingatan kita atas kaburnya napi narkoba yang bisa lolos begitu saja yang ujung-ujungnya bunuh diri, logika kita saja yang kita benarkan, jangan terbawa itu, kabur capek-capek, ujung-ujungnya bunuh diri, kalau mau bunuh diri logika saya didalam aja,” pungkasnya. (ams)

Contoh Video di HTML

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here