Kapolda Aceh: Sekarang Saatnya Membangun Daerah, Bukan Mempersoalkan Perbedaan

0
1880
Foto: Kapolda Aceh Irjen Pol, Drs Wahyu Widada, M.Phil sesaat sampai di Pendapa Bupati Aceh Singkil, Sabtu (07/03/2020).

Singkil, BMonline – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M.Phil berpesan kepada masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil, mulai dari sekarang agar tidak lagi mempersoalkan urusan perbedaan agama, tetapi di harapkan untuk bisa sesama membangun daerahnya.

Pesan itu di utarakan Kapolda Aceh di sela-sela pidatonya saat Kunjungan kerja Kapolda Aceh Irjen. Pol Drs.Wahyu Widada, M. Phil di Kabupaten Aceh Singkil dalam agenda silaturahmi bersama antar umat beragama berlangsung di aula pendapa Bupati Aceh Singkil Sabtu, (07/03/2020).

Kapolda Aceh Irjen. Pol Drs. Wahyu Widada menambahkan, manusia memang sudah di takdirkan bermacam ragam, bermacam suku, bermacam adat, bermacam budaya serta bermacam agama, dan memang ini lah kehidupan.

Sekarang kita bukan saat nya lagi untuk mempersoalkan perbedaan agama. Bahkan, hal Itu sudah ada dari zaman dahulu, karena kata dia, kita ini diciftakan memang untuk ber beda-beda. Tugas kita bukan mempersoalkan perbedaan itu, tetapi tugas kita adalah secara bersama-sama mencari solusi dari persoalan itu.

“Sekarang perlu kita ketahui, tugas kita adalah membangun daerah kita, sebagai mana tujuan, serta visi dan misi pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Selanjutnya tugas kita adalah, mengejar ketertiggalan kita dalam segi pembangunan dari semua aspek” ujarnya.

Menurut Kapolda Wahyu, adanya permasalahan yang terjadi, berawal dari rumor antar mulut ke mulut. Kemudian akibat minimnya akses komunikasi positif antar sesama, sehingga maslah kecil makin membesar. Kalau baik komunikasinya, kita yakin semua masalah bisa di selesaikan dengan baik.

“Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi, tidak mungkin orang dari jauh sana turun untuk menjaga daerah kita ini, tapi terutama kita lah yang paling utama untuk menjaganya, oleh karena itu mari lakukan silaturahmi dan komunikasi yang baik dengan semua pihak demi kebaikan daerah kita ini” harap Kapolda.

Bupati Aceh Singkil Dulmursid dalam sambutannya mengatakan, menyangkut hal-hal yang pernah terjadi beberapa waktu lalu, terkait situasi tentang antar umat beragama. Menurut Bupati Dulmursid, sejak peristiwa konflik rumah ibadah pada bulan Oktober tahun lalu, bisa di katakan sampai dengan hari ini bisa di katakan cukup kondusip.

“Pasca dari kejadian tersebut silaturahmi dan komunikasi yang baik antar umat beragama di Aceh Singkil sepanjang tidak di cederai oleh  pihak-pihak lain, insya allah kondisi ini bisa terjaga dengan baik” sebut Dulmursid.

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Aceh Singkil Drs.H Ramlan dalam laporannya mengatakan, sekedar informasi dari jajaran FKUB Aceh Singkil yang merupakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) wadah kerukunan umat beragama yang di pimpinnya itu sudah berjalan dengan baik.

Terkait peristiwa adanya masalah lunturnya nilai kerukunan dan kedamaian antar umat beragama di aceh singkil, tidak lah terlalu berlebihan, kendati sebelumnya pernah terjadi polemik persoalan rumah ibadah. Namun atas persoalan itu kata dia, jajaran pihak FKUB selalu melakukan komunikasi intens dengan semua elemen masyarakat. Sehingga kondisi di aceh singkil bisa lebih aman, nyaman dan kondusip.

“Alhamdulillah, hal ini tidak terlepas dari kerjasama dan komunikasi yang baik dengan semua pihak, terutuma dari pihak aparat ke amanan dan ketahanan di Kabupaten Aceh Singkil, sehingga kondisi daerah Aceh Singkil bisa terjaga dan semakin lebih baik” ujarnya.

Kunjungan Kapolda Aceh di sambut Bupati Aceh Singkil Dulmursid, Wakil Bupati H.Sazali,S.Sos, Ketua DPRK Aceh Singkil Asanudin Aritonang, Kapolres Aceh Singkil AKBP. Mike Hardy Wira Praja, S.Ik, mewakiki Dandim, Ketua FKUB Aceh Singkil Drs.H Ramlan dan sejumlah undangan lainnya sekaligus di rangakaikan acara pesejuk tepung tawar. (Pundeh/Muhlis)

Editor: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here