Kapolda Sumut Ketidak Hadiran Negara Dalam Normalisasi Sedimentasi Sungai Asahan dan Sungai Silau

0
380

Asahan, BM online – Seminar Nasional Tentang Sedimentasi Di Sungai Asahan Dan Sungai Silau yang dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2020, di Kisaran bertempat di Hotel Sabty Garden, Jalan Diponegoro, Kelurahan Kisaran Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. Selasa (14/01/2020).

Kegiatan Seminar Nasional Sedimentasi Di Sungai Asahan dan Sungai Silau,
Bupati Asahan H.Surya. BSc, Sekretaris Daerah( Sekda ) Kabupaten Asahan Taufik Zainal Abidin. Siregar, Sos, MSi, dan OPD Kabupaten Asahan, Walikota Tanjung Balai dan Rombongannya, Dinas Perhubungan Provinsi Sumut, DPRD Provinsi, Dandim 0208 / AS, Kapolres Asahan, Kapolresta Tanjung Balai, Danlanal Asahan -Tanjung Balai, Pimpinan Perusahaan yang ada di Kabupaten Asahan dan Kota Madya Tanjung Balai, Kapolda Sumut yang diwakili oleh Ditreskrimsus Polda Sumut, serta Tamu dan Undangan.

Dalam pidatonya Bupati Asahan H.Surya BSc mengatakan bahwa Keadaan sedimentasi Sungai Asahan dan Sungai Silau sangat berdampak buruk pada masyarakat karena akumulasi pasir, lumpur, dan sampah telah mengganggu aktivitas ekonomi, lalu – lintas kapal dagang ekspor dan impor serta kapal nelayan tradisional.

Apabila tidak dilakukan pengerukan dengan segera akan memperburuk banjir yang telah ada, akan merusak infrastruktur sekolah, jalan, dan jembatan, lahan pertanian, bahkan menurunkan derajat kesehatan masyarakat.

Kombinasi tingginya sedimentasi dengan tingginya curah hujan, maka dapat disimpulkan kabupaten Asahan dan Kota Madya Tanjung Balai sangat rentan dan berpeluang akan terjadinya bencana besar.

Normalisasi Sungai Asahan dan Sungai Silau melalui kajian ekonomi dan hukum adalah solusi jangka panjang masalah sedimentasi adalah perbaikan daerah Hulu atau Das di Sungai Asahan dan Sungai Silau.

Pengerukan adalah solusi jangka pendek dan menengah.

Pengerukan memberikan Benefits lebih besar daripada Costa akan berubah menjadi aliran Benefits.

Ringkasannya biaya pengerukan yang dikeluarkan hanya sekali, sedangkan arus benefitnya dirasakan bertahun – tahun, bahkan mencapai puluhan tahun Kedepannya, ” tegas H. Surya, BSc.

Pidato Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Drs. Martuani. Sormin Siregar, MSi yang disampaikan melalui Ditreskrimsus( Direktorat Reserse Kriminal Khusus ) Polda Sumut ( Polisi Daerah Sumatera Utara ) Kombes. Pol. Rony Samtana mengatakan Kota Madya Tanjung Balai sudah berusia tiga ratus sembilan puluh sembilan( 399 ) Tahun.

Berarti masalah Sendimentasi sudah ada ratusan tahun lamanya, jadi Bapak Kapolda Sumut menganggap bahwa seminar nasional ini memiliki nilai yang sangat strategis, makanya beliau sangat berkeinginan untuk hadir namun ada kegiatan mendadak, tadi malam beliau memerintahkan kami untuk mewakili beliau, untuk hadir di sini karena ada kegiatan lain yang tidak kalah pentingnya, dan beliau harus hadir seperti itu bapak ibu sekalian, ” ujar Kombes. Pol. Rony Samtana.

“Kami hanya menyampaikan beberapa poin – poin pesan dari Bapak Kapolda yang mungkin menjadi masukan maupun pertimbangan bagi kita yang hadir pada seminar nasional ini nantinya, sehingga pada akhirnya nanti dari seminar nasional ini didapatkan poin strategis yang bisa menjadi rekomendasi kepada pihak – pihak terkait baik di daerah, maupun di pusat nantinya. Bapak / Ibu sekalian kembali kalau kita bicara tentang Sungai Asahan dan sungai Silau kondisi saat ini situasinya yang bisa kita pandang sebagai bentuk kegagalan hadirnya Negara di Sungai Asahan maupun di Sungai Silau, ” tegas Rony.

Kenapa kami mengatakan dikategorikan Negara gagal hadir, karena seyogianya Negara itu harus bisa memastikan sendi – sendi kehidupan perekonomian, sosial kemasyarakatan, itu berjalan dengan baik karena tugas Negara adalah mensejahterakan rakyatnya tapi dari berbagai literatur yang ada dari berbagai penelitian yang dibuat kita pahami bahwa kondisi saat ini kondisi sungai asahan sendimentasi sungai asahan maupun sungai silau ini berdampak negatif secara keseluruhan terhadap sendi sendi kehidupan bermasyarakat bahkan Negara, ” ungkap Rony.

Kenapa kita mengatakan demikian tadi bapak Bupati Asahan sudah menjelaskan dampak ekonomi dan dampak sosial.

Dampak pada ketahanan negara sangat berbahaya, seperti yang kami diskusikan dengan Danlanal Tanjung Balai Asahan, kapal mereka tidak bisa bergerak kalau air Sungai tidak pasang, ” tegas Rony. (Indra/Dodi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here