Kasus Proses Tukar-Menukar Sesuatu Yang Berharga, Dilanjutkan Ke Ranah Hukum

0
321

MALUKU TENGAH, Beritamerdekaonline.com – Proses tukar-menukar adalah suatu perbuatan pengalihan hak milik, dengan disaksikan oleh saksi-saksi dan pihak terkait, seperti pemerintah setempat. Peristiwa tersebut telah terjadi di Dusun Pasalolu, Desa Tehoru, Kecamatan Tehoru, Selasa (10/11/2020).

Ahli waris almarhum Tan Kok Keng, Raimond Tanaya, Saat dihubungi langsung awak media, mengatakan, bahwa akan melakukan langkah-langkah hukum untuk mencapai suatu keadilan, karena sesuatu yang tidak ada suatu titik terang atau etikad baik dalam suatu komitmen di antara kedua belah pihak, maka pilihan yang terbaik ditempuh dengan jalur hukum.

“Hal itu, sudah cukup untuk pembuktian secara tertulis, yang sah secara hokum,” katanya.

“Saya sangat menyayangkan ulah oknum atau pihak yang menukarkan, seolah-olah proses tukar-menukar ini, dianggap sepele saja, yang mana proses tukar-menukar pada waktu itu sudah terjadi sekitar  tanggal 19 Juli 1982 silam, dengan di sertai pembuktian hitam diatas putih, yakni berupa Surat Pernyataan Tukar-Menukar bermaterai, dengan disaksikan oleh saksi-saksi, Aparat Desa dan Pemerintah Kecamatan,” tambahnya.

Ironisnya, pihak yang menukarkan, saat ini mulai berdalil akan menyerobot atau merampas kembali. “Saya selaku ahli waris akan melanjutkan proses ini ke ranah hukum,” ungkap ahli waris almarhum Tan Kok Keng, Raimond Tanaya.

Dia menambahkan, langkah-langkah hukum untuk mengarah ke tahap mediasi antara kedua belah pihak sudah pernah di lakukan dengan Pemerintah Desa dan Kepolisian Sektor setempat pada saat itu juga, akan tetapi tidak membuahkan hasil yang maksimal. (HS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here