Kedapatan Bawa Pil Koplo, Seorang Pemuda di Kendal Diamankan Polisi

0
520
Sat Resnarkoba Polres Kendal amankan barang bukti pil koplo dari tangan pelaku AEP warga Patebon (Foto: Ist)

KENDAL, Beritamerdekaonline.com – Berdasarkan laporan dari masyarakat, tentang maraknya tindakan peredaran pil koplo di wilayah Kecamatan Patebon, Sat Resnarkoba Polres Kendal berhasil menangkap pemuda yang diduga sebagai pelaku, Minggu (9/1/2022).

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan dan diperoleh data dan alamat penjual pil, pemuda yang bernama AEP bin M (29) warga Dukuh Tempel RT 01 RW 03, Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, berhasil diamankan Tim Satresnarkoba Polres Kendal.

Kasat Res Narkoba, AKP Agus Riyanto memaparkan, penangkapan pelaku dilakukan sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu pelaku keluar dari JNE Kendal, kemudian diamankan dan dilakukan penggeledahan.

“Saat digeledah ditemukan paketan terbungkus kardus dibalut plastik warna hitam, yang didalamnya berisi psikotropika jenis Alprazolam sebanyak 21 Butir dan jenis Clonazepam sebanyak 20 butir yang disimpan di dalam tas slempang warna hitam dan di dalam tas tersebut juga ditemukan 12 paket yang masing-masing paket berisi sepuluh butir pil warna putih berlogo Y terbungkus klip plastik,” paparnya, Minggu (9/1/2022).

Polisi menggeledah kamar pelaku untuk mencari barang bukti narkoba (Foto: IST)

Bahkan, lanjut AKP Agus, pelaku mengaku masih menyimpan pil di dalam kamar rumahnya di Dukuh Tempel, Desa Kebonharjo RT 01 RW 03, Kecamatan Patebon Kendal.

Kemudian pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu buah kaleng bekas obat berisi empat paket @ 10 butir pil warna putih berlogo Y terbungkus klip plastik, satu buah Kaleng bekas obat berisi 425 butir pil warna putih berlogo Y.

Selain itu petugas juga menemukan satu buah Kaleng bekas obat berisi empat paket @ 10 butir pil warna kuning terbungkus klip plastik, satu buah klip plastik berisi 64 butir pil warna kuning dan dua bungkus klip plastik yang disimpan di dalam almari pakaian.

“Semua barang tersebut diakui milik pelaku yang bernama AEP alias Benot. Dimana pil tersebut selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk dijual,” tandas Kasat Res Narkoba.

Dari keterangan pelaku, AKP Agus menyampaikan, pil koplo tersebut dijual dengan berbagai macam harga.

“Yakni Pil Clonazepam dijual dengan harga Rp30 ribu per butir, Pil Alprazolam dijual dengan harga Rp20 ribu per butir, Pil warna putih berlogo Y Rp20 ribu per paket isi 10 butir dan Pil warna kuning Rp20 ribu per paket isi 10 butir,” paparnya.

Pelaku juga mengaku, dirinya mendapatkan keuntungan untuk Psikotropika jenis Clonazepam dan Alprazolam hanya mendapatkan keuntungan sisa uang sebesar Rp10 ribu dan satu butir pil bonus.

“Untuk pil warna putih berlogo Y, pelaku juga mengaku mendapatkan keuntungan untuk setiap paketnya @ 10 butir Rp10 ribu rupiah, sedangkan untuk pil warna kuning mendapatkan keuntungan per paket isi 10 butir Rp1.000,” imbuh AKP Agus.

Dengan penangkapan tersebut, lanjut AKP Agus, kepada pelaku dijerat dengan pasal Pasal 62 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan Pasal 196 Undang – undang RI No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

“Secara Tanpa hak memiliki, menyimpan dan/atau membawa Psikotropika dan dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu,” terangnya.

Saat ini baik pelaku maupun barang bukti telah diamankan di kantor Sat resnarkoba Polres kendal untuk penyidikan lebih lanjut. (Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here